Adanya Dugaan Korupsi Pembangunan Pasar, Komite Pemuda Parlemen Sulsel Sebut Oknum Kadis dan Anggota Dewan Jeneponto Terlibat

  • Whatsapp
Aksi unjuk rasa ini berlangsung didepan poros pasar Allu, Kelurahan Palenggu, Kecamatan Bangkala, Jeneponto, Sulawesi selatan.Kamis/16/Juli/2020 yang dikawal ketat kepolisian resort Polsek Bangkala.

Jeneponto-Kompas24jam.id-Komite Pemuda Parlemen Sulsel Cabang Jeneponto menggelar unjuk rasa terkait Revitalisasi Pasar Rakyat Allu yang menelan anggaran 5,9 M dan pembagian kios yang di duga di monopoli oknum, serta ada keterlibatan Kadis disperindag dan beberapa anggota DPRD Kabupaten Jeneponto dalam pembagian kios

Aksi unjuk rasa ini berlangsung didepan poros pasar Allu, Kelurahan Palenggu, Kecamatan Bangkala, Jeneponto, Sulawesi selatan.Kamis/16/Juli/2020 yang dikawal ketat kepolisian resort Polsek Bangkala.

Bacaan Lainnya

Jendral Lapangan Edi Subarga dalam orasinya mengatakan, bahwa aksi hari ini terkait Revitalisasi Pasar Rakyat Allu yang menelan anggaran 5, 9 M yang kuat dugaan pembagian dimonopoli oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

” Kondisi lapangan, terlihat jelas sudah banyak tembok dan kios mengalami kerusakan, bahkan pembangunan lapak ikan dialih pungsikan kelapak penjualan pakaian, dugaan informasi masyarakat setempat para penjual ikan membayar keoknum yang tidak bertanggung jawab sebesar Rp.500 ribu hingga 1 Juta per lapak”ungkapnya

Menurut Edi, sebelum turun kelapangan melakukan aksi dia, sempat bertemu dengan Kepala Dinas Perindag, Muh.Jafar dan mengklerifikasi terkait pembangunan pasar yang menelan anggaran milyaran.

” Kemarin kami dari Kadis, tapi Kadis kurang mengetahui pembangunan pasar dan pembagian kios di Pasar Allu, pada hal semestinya mulai dari perencanaaan, pelaksanaan, pengawasan seharusnya pak Kadis harus bertanggung jawab” terang Edi Subarga.

“Kami rencananya akan melakukan aksi besar-besaran Kamis depan di Kejati Sulselbar, sekaligus pelaporan yang disertai bukti-bukti tambahan” katanya.

Jendral Lapangan Edi Subarga saat melakukan aksi hingga mengelilingi para pedagang dipasar Allu.

Adapun tuntutan para demontrans yaitu.

1.Meminta Bupati Jeneponto Iksan Iskandar dalam hal ini sebagi pucuk pimpinan untuk mencopot Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Jeneponto.
2.Mendesak Kejari Jeneponto untuk mengusut tuntas dugaan korupsi, kolusi dan nepotisme pada kegiatan Revitalisasi Pasar Allu yang menelan anggaran Rp.5.924.068.000.00 oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Jeneponto.Meminta Kejari Jeneponto, baik consultan perencana, pelaksana, pengawas agar dilakukan pemeriksaan.
3.Mendesak anggota Dewan DPRD Jeneponto untuk secepatnya membentuk dan melaksanakan Pansus terkait masalah Revitalisasi Pasar Rakyat Allu yang anggaran Rp.5.924.068.000.00 oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Jeneponto
4.Usut dugaan mafia monipoli pemilik kios, meja jual, teras lapak serta lapak swadaya penjual ikan baik dari Kepala Dinas maupun oknum Anggota Dewan DPPR Kabupaten Jeneponto yang terlibat.

Laporan Jurnalis Jeneponto-Misbah Fadly Kr
Editor-KJ

Pos terkait