Akibat Gagal Panen, Petani Padi di Jeneponto Merugi Hingga Puluhan Karung

38

Laporan Jurnalis Jeneponto – Misbah Fadly Kr

Jeneponto – Kompas24jam.id-Ribuan hektare area persawahan tanaman padi mengalami gagal panen yang tersebar dibeberapa titik di 11 Kecamatan di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi selatan (Sulsel).

Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Jeneponto, Bambang Haryanto mengatakan gagal panen tanaman padi tersebar di 11 Kecamatan di Jeneponto, dan terbanyak di Kecamatan Turatea.

Gagal panen tanaman padi, diperparah akibat pergantian cuaca yang tidak menentu, atau kondisi ektsrim dan hampir di Sulawesi selatan seperti itu, termasuk di Kabupaten Jeneponto. Dan bukan karena pengaruh kekuragan air saja.

“Luas sawah tanaman padi di Jeneponto, mengalami gagal panen, yang paling luas itu, Kecamatan Turatea, dan menyusul Kecamatan Rumbia. Iya, hampir semua Kecamatan dengan luas 2.700 hektare,”kata Bambang melalui via teleponnya.Jum’at, 06, 09, 2019.

Kata dia, pihaknya juga masih terus memantau penyebab lain, gagal panen padi tersebut. Menurutnya, sangat merugikan masyarakat petani di daerah ini. Dan akan menyampaikan apa yang dialami masyarakat petani di Jeneponto.

“Sementara kita kumpulkan data datanya, nanti akan kita sampaikan kementerian pertanian. Gagal panen di Jeneponto baru tahun ini yang terparah yang tersebar di 11 Kecamatan,” katanya

Sementara salah satu petani, Hasna (32) warga Bontolaya, Desa Camba-camba, Kecamatan Batang itu, ia mengatakan petani mengalami gagal panen akibat lahan mengalami kekeringan, sehingga tanaman padi terganngu pertumbuhannya.

“Jadi tidak hanya yang kering lahan pertanian saja, sehingga petani gagal panen. Produksi panen tahun ini menurun. Selain itu kita juga menderita kekurangan air bersih,” kata Hasna

Selain itu, Sukmawati Daeng Sunggu mengatakan sebelumnya ia bisa memanen padi disawah miliknya, sebelumnya dalam satu petak bisa menghasilakan 35 karung, namun tahun ini hanya menghasilkan 2 karung yang mengakibatkan gagal panen.

“Kalau saya, biasa panen 35 karung seperti tahun lalu. Namun saat ini saya hanya dapat 2 karung, itu untuk satu petak sawah. Air yang mengaliri sawah dari tadah hujan dan irigasi, namun sudah 5 bulan kering, air tidak mengalir,” tuturnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here