Akibat Kas Daerah Jeneponto Kosong, Enam Bulan ADD Tak Kunjung Cair

Ketua Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Rajamuda Sewang Kabupaten Jeneponto

Jeneponto-Kompas24jam.id, Anggaran Dana Desa (ADD) yang digelontorkan dari Pemerintah Kabupaten Jeneponto untuk desa-desa hingga kini masih belum jelas.Tercatat, ADD yang belum dibayarkan sudah terhitung enam bulan lamanya dari 76 Desa.

Ia mengatakan bahwa khas daerah habis jadi indikasikan bahwasanya kalau seandainya itu tidak ada apakah bisa dibayarkan pada akhir tahun atau awal dari pada bulan Januari 2022

Bacaan Lainnya

Ketua Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Rajamuda Sewang Kabupaten Jeneponto menyoroti hal tersebut.Ia mengungkapkan, efek dari tidak dibayarkannya ADD tak hanya berpengaruh pada kinerja aparat desa tapi juga program di desa.

Rajamuda menerangkan, pada tahun 2021 masih ada tahap 3 dan 4 ADD yang belum dicairkan ke desa-desa.Jadi terhitung enam bulan lamanya.
“Bayangkan, siapa yang mau fokus membenahi desanya kalau honor mereka tak kunjung dibayarkan hingga enam bulan lamanya,” terangnya, saat ditemui, Jumat (31/12/2021).

Akibatnya lanjut Rajamuda Sewang, ada efek domino yang ditimbulkan.Salah satu contohnya terhambatnya pengembangan usaha di BUMDes.

Menurutnya, ada banyak aparat di desa-desa yang juga menggantungkan hidupnya di BUMDes.Misalnya, mengambil kebutuhan pokok di usaha BUMDes dan akan membayarnya ketika honor mereka telah cair.

“Lalu, bagaimana kalau mereka telah mengambil kebutuhan pokok di usaha BUMDes, tapi honor belum cair-cair juga.Otomatis BUMDes-lah yang kemudian tidak berkembang, karena tidak lancar memutar modalnya,”jelasnya.

Rajamuda menambahkan, jika contoh kasus tersebut hanyalah salah satu ketimpangan yang terjadi di desa-desa.Masih banyak contoh lainnya, yang bahkan ada yang menjurus pada penyalahgunaan Dana Desa (DD).Sebab, hanya DD yang bisa diharapkan ketika ADD tidak kunjung cair.

“Makanya kami meminta agar Pemda Jeneponto secepatnya menyelesaikan permasalahan tersebut, karena katanya, khas daerah kosong” pungkasnya.

Laporan Jurnalis Jeneponto-Redaksi
Editor-KJ

Pos terkait