Akibat Trafo Listri Rusak di Jeneponto, Manajer Area UP3 Bulukumba Akan Tindaki Keluhan Pelanggan

  • Whatsapp
Kabel aliran listrik yang tidak terurus mengancam keselamatan warga setempat dan pengguna jalan.

Jeneponto-Kompas24jam.id-Terkait 204 Kepala Keluarga di Dusun Ka’nea Desa Sapanang, Kecamatan Binamu, Jeneponto, Sulawesi selatan keluhkan tegangan listrik rendah yang mengakibatkan sejumlah barang electronik mereka rusak.

Manajer Area UP3 Bulukumba, Leandra Agung akan menyampaikan ketim PLN Jeneponto untuk melakukan survey dilokasi dan akan menindaklanjuti ataupun perbaikan apa yang menjadi keluhan pelanggan.

Bacaan Lainnya

“Terima kasih infonya pak mudah-mudahan bisa segera kami tindak lanjuti, karena kami juga terkendala pergerakan karena pandemi covid-19, tapi InsyaAllah kami usahakan bisa maksimalkan” tulis Leandra Agung melalui pesan WhatsApp saat dikonfirmasi Kompas24jam.id.Jumat/18/September/2020.

Dimana sebelumnya diberitakan, sedikitnya 204 Kepala Keluarga di Dusun Ka’nea Desa Sapanang, Kecamatan Binamu, Jeneponto, Sulawesi selatan keluhkan tegangan listrik rendah yang mengakibatkan barang electronik mereka rusak.Rabu/16/September/2020.

Tegangan listrik rendah ini sudah 4 tahun lamanya karena tiang Trafo mengalami kerusakan.Akibat kejadian tersebut, sejumlah barang elekronik milik warga seperti bola lampu, televisi, kulkas dan printer serta mesin cuci, kipas angin banyak yang rusak.

Namun, hingga kini pihak Pln Rayon Jeneponto belum memperbaiki ataupun mengganti Trafo yang sudah lama rusak bahkan belum pernah diganti.

Salah satu warga setempat, Basri mengatakan, bahwa tiang Trafo yang tak jauh dari rumahnya mengalami tegangan rendah, bahkan sudah lama berlngsung dan juga belum pernah diganti ataupun diperbaiki sehingga barang-barang electronik warga banyak yang rusak.

“Sudah bertahun-tahun tiang Trafo ini mengalami tegangan rendah sehingga banyak barang electronik milik warga yang rusak, padahal kami juga ingin menikmati penerangan listrik seperti desa lainnya, apalagi kami tetap membayar iuran listrik sebelum ada corona”katanya

“Kadang orangnya Pln datang, namun hanya mengganti sekring trafo terus pergi lagi dan begitu seterusnya setiap mengalami gangguan, padahal harusnya Trafonya diganti karena sudah tua, ya kami berharap agar pihak PLN memperbaiki secepatnya”harap Basri

Terkait keluhan warganya, Kepala Desa Sapanang Lukman, saat dikonfirmasi membenarkan adanya keluhan warga masalah tegangan listrik mengalami penurunan yang sudah lama berlangung yang mengakibatkan barang electronik banyak yang rusak.

” Bulan lalu kami sudah bermohon ke Pln Rayon Jeneponto, bahkan ketemu langsung dengan kepala Rayon, agar diperbaiki secepatnya tiang Trafo itu namun hingga saat ini belum direalisasi, bahkan saat itu menurut Kpl Rayon  bukan wewenangnya harus Pln pusat katanya, padahal ini keluhan warga dan harus cepat direspon”ungkap Kades Sapanang.

Daeng Na’ga menambahkan, bahkan saat itu Kepala Rayon Jeneponto meminta agar warga mengurangi membeli barang electronik, itu kan bukan hak saya melarang wargaku sendiri, yang dipermasalahkan sampai kapan tiang Trafo yang sudah mencapai 4 tahun lamanya itu belum diperbaiki ataupun diganti yang baru”tambahnya.

“Bukan saja tiang Trafo yang dikeluhkan warga tapi banyak kabel aliran listrik yang tidak terurus, jangan sampai korsleting saat hujan deras dan angin kencang ini sangat membahayakan warga setempat dan mengancam keselamatan jangan sampai memakan korban”tegas Kades Sapanang, Lukman Daeng Na’ga.

Tiang Trafo yang sudah bertahun-tahun belum pernah diganti yang berada di Dusun Ka’nea Desa Sapanang, Kecamatan Binamu, Jeneponto, Sulawesi selatan

Kabel aliran listrik yang tidak terurus mengancam keselamatan warga setempat dan pengguna jalan.

Warga dan pemerintah desa berharap agar pihak Pln Rayon Jeneponto memperhatikan setiap keluhan yang masuk agar secepatnya ditangani.

Laporan Jurnalis Jeneponto-Misbah Fadly Kr
Editor-KJ



DPRD Jeneponto

Pos terkait