Aksi Lanjutan Mahasiswa Tolak Omnibus Law Menuai Hasil, 22 Dewan Jeneponto Teken Petisi

  • Whatsapp
Wakil Ketua DPRD Jeneponto, H.Imam Taufiq Bohari saat membacakan surat pernyataan sebagai bentuk dan mendukung penolakan UU Cipta Kerja apabila menyensarakan rakyat Indonesia dan disaksikan beberapa anggota dewan dan puluhan mahasiswa

Jeneponto-Kompas24jam.id-Puluhan mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa lanjutan menolak undang-undang cipta kerja di depan gedung DPRD Jeneponto, Sulawesi selatan.Kamis/10/2020.

Aksi tersebut mendapat pengawalan ketat dari 396 personel gabungan.

Bacaan Lainnya

Saat aksi unjuk rasa berlangsung, beberapa anggota dewan yang hadir saat itu menandatangani petisi penolakan UU Cipta kerja.

Wakil Ketua DPRD Jeneponto, H.Imam Taufiq Bohari saat membacakan surat pernyataan sebagai bentuk dan mendukung penolakan UU Cipta Kerja apabila menyensarakan rakyat Indonesia.

“Atas nama pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Jeneponto dengan ini menyatakan, menolak UU Cipta kerja atau Omnibus Law karena dianggap ada beberapa pasal yang tidak memihak kepada kepentingan rakyat Indonesia”katanya

Dimana sebelumnya, kata Imam Taufiq, para mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa sudah ada anggota dewan yang menyatakan sikap dengan menandatangani surat pernyataan atau dukungan menolak UU Cipta Kerja.

”Sebelumnya, sudah ada 15 orang anggota dewan yang menyatakan sikap ataupun mendukung menolak UU Cipta Kerja dengan menandatangani surat pernyataan sebagai bentuk penolakan, dan hari ini ada 7 orang anggota dewan yang bertanda tangan yang dilengkapi dengan stempel lembaga DPRD Jeneponto.Jadi keseluruhannya sudah ada 22 orang yang memberikan pernyataan”beber Ketua DPC PPP Jeneponto H.Imam Taufiq Bohari.

Laporan Jurnalis Jeneponto-Misbah Fadly Kr
Editor-KJ

Pos terkait