Ambulance Orang Sakit, Bukan Mobil Jenasah Kades di Jeneponto Biarkan Warganya Digotong Dengan Sarung ke TPU

Laporan Jurnalis Jeneponto – Misbah Fadly Kr 

Jeneponto – Kompas24jam.id – Seorang Kepala Desa di Kabupaten Jeneponto membiarkan jenazah warganya di gotong dengan tandu sarung sejauh kurang lebih 10 kilometer.

Kepala Desa itu adalah H.Mustafa Kepala Desa Bontorappo Kecamatan Tarowang Kabupaten Jeneponto

Dimana seorang warganya, Ambo Tang Daeng Tutu ditemukan tidak bernyawa di kebun kampung Borongloe Desa Bontorappo, Kamis, 16 Januari 2020 sekitar pukul 16.00 Wita

Saat dibawa kerumah duka di Kampung Punagayya Desa Bontorappo, terpaksa Jenazah korban digotong dengan tandu sarung sejauh kurang lebih 10 kilometer, padahal di tempat kejadian hadir Kades Bontorappo, H.Mustafa bersama sopirnya dan mobil siaga Desa

Menurut, salah seorang keluarga almarhum Ambo Tang Daeng Tutu, jenazah tidak dibawa naik ambulance Desa itu karena tidak diizinkan oleh pak Desa.

“Pak Desa bilang bukan Ambulance jenazah, katanya hanya untuk orang sakit,” kata Keluarga korban yang berinisial HRD

Mendengar berita itu, mantan kepala Desa Bontorappo dua periode, Andi Baso Sugiarto, menyayangkan sikap kepala Desa Bontorappo, H.Mustafa

“Saya sangat prihatin dan menyayangkan sikap kepala desa Bontorappo yang tega membiarkan Jenazah warganya digotong menggunakan sarung sambil berjalan kaki sejauh kurang lebih 10 kilometer,” ungkap ABS

Dia pun mengatakan, mobil milik Desa Bontorappo dari anggaran Dana Desa dan disiagakan untuk kepentingan masyarakat

“Mobil itu mobil siaga Desa, untuk kepentingan seluruh masyarakat, apalagi ini darurat,” kata ABS

Hal yang sama diungkapkan oleh Kamri Daeng Mumba, yang juga sangat menyayangkan sikap Kades Bontorappo Kecamatan Tarowang itu

“Seharusnya Pak Desa harus prihatin dan peduli terhadap warganya, karena dia sebagai pemimpin, bahkan orang tua dari warganya,” kata Kamri

Kamri juga mengaku telah menghubungi Kepala Desa Bontorappo, H.Mustafa, dari pengakuannya Mobil Jenazah itu kembali membawa anak yang sedang menangis

“Saya sudah telpon pak Desa, katanya mobil ambulance itu kembali membawa anak-anak yang sedang sakit,” ungkapnya

Sementara, Kepala Desa Bontorappo H.Mustafa membenarkan bahwa mobil ambulance itu hanya untuk orang sakit

“Mobil ambulance itu untuk orang sakit, sopir juga takut-takut kalau mengangkut jenazah,” kata H.Mustafa yang dihubungi lewat telepon selulernya, Jumat, 17 Januari 2020 sekitar pukul 13.27 Wita

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here