Bantu Petani Padi, Mahasiswa Unhas Makassar Pasang Pengusir Hama Disawah

39

Laporan Jurnalis Takalar – Jaya

Takalar – Kompas24jam.id – Tim penemu dan perakit Automatic Bird Reaplean atau alat pengusir hama burung berbasis otamatis mahasiswa Unhas Makassar kembali lakukan percobaan untuk yang ke dua kalinya di salah satu sawah milik warga Dusun Tonasa, Desa Tonasa, Kecamatan Sandrobone, Sulawesi Selatan, Minggu, 16/6/2019.

“Percobaan dilakukan selama dua hari, mulai sejak pagi tadi hingga besok sore, untuk mendapatkan kepastian hasil”

Dalam percoabaan ini, disaksikan puluhan  warga Desa Tonasa, Kecamatan Sanrobone, kabupaten Takalar, para petani yang hadir sangat antusias dengan alat  pengusir hama burung yang pertamakali ada.

“Hasilnya memang bagus, sangat membantu petani padi dalam melakukan pengusiran burung, seperti burung pipit,” kata Dg Sanre salah petani.

“Mulai pagi hingga sore hari ini, burung-burung pipit tidak lagi masuk di sawahku yang sudah terpasang alat pengusir, ini sangat luar biasa temuan anak muda jaman sekarang” salut Dg Sanre.

“Semoga ini bisa dikembangkan dan bisa dijadikan alat untuk membantu petani padi dalam mengatasi serangan burung karena sangat merugikan warga apabila tidak diatasi”

Terpisah Nurhidayat membeberkan hingga kini masih melakukan pengembangan alat pengusir hama burung dalam satu petak sawah hanya dipasang satu alat saja.

“Untuk langkah awal kami masih gunakan tiga alat pada sawah seluas 20 are persegi insya Allah Kedepannya kami upayakan lakukan semaksimal mungkin agar dapat membatu penghasilan para petani padi” harapnya

“Inovasi kami kedepannya, ingin menyambungkan alat pengusir hama burung ini dengan sistem aplikasi android, sehingga pengaplikasiannya lebih sistematis,” katanya Dayat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here