Diduga Aliran Sesat, HMI Jeneponto:Kita Akan Bongkar Paksa

  • Whatsapp

Jeneponto-Kompas24jam.id-Pembangunan mushola yang terletak diarea persawahan Desa Pallantikang, Kecamantan Bangkala, Jeneponto, Sulawesi selatan menuai protes.

Pasalnya, pembangunan mushola yang jaraknya sekitar 1 kilo meter dari pemukiman rumah penduduk tak sesuai, tidak seperti dimasjid-masjid lainnya yang arah kiblatnya ke barat.

Baca juga!

Padahal, Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah mengeluarkan fatwa tentang arah kiblat. Bagi umat Islam di Indonesia, salatnya sudah sah dengan menghadap ke arah barat, mengingat letak geografis Indonesia yang berada di timur kabah.

Demikian tercantum dalam Fatwa MUI No. 3 Tahun 2010 tentang kiblat yang disahkan pada 1 Februari 2010 lalu.

Sedangkan pembangunan mushola yang ada di Desa Pallantikang, Kecamatan Bangkala Jeneponto, Sulawesi selatan mengarah ketimur, ini bisa dikatakan aliran sesat.

Informasi yang dihimpun Kompas24jam.id, bahwa pendiri mushola, Sukri warga kabupaten Gowa yang menikah warga Desa Pallantikang.

Ketua Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Jeneponto, Amrullah Serang angkat bicara terkait adanya dugaan aliran sesat yang masuk diwilayah Jeneponto dan warga mengancam akan membongkar secara paksa.

“Meminta kepada Majelis Ulama Indonesia ( MUI) kabupaten Jeneponto bersama Kementrian Agama untuk melakukan langkah langkah solutif sekaitan dengan adanya isu aliran sesat yang terletak di Desa Pallantikang, Kecamatan Bangkala yang dianggap menyimpang”pintahnya.

Namun, dikatan alirannya masih dalam kajian, karena sementara tempat ibadahnya yang ditemukan yang terletak sekitar 1 kilo meter dari pemukiman warga” ucap Amrullah Serang melalui pesan WhatsApp.Rabu/27/Mei/2020.

“Sementara koordinasi dengan pihak pemerintah Kecamatan dan kapolsek Bangkala terkait temuan pembangunan mushola yang dianggap membawah aliran sesat, dan apabila itu benar maka, mushola tersebut harus dibongkar” tegas Ketua HMI Cabang Jeneponto.

Laporan Jurnalis Jeneponto- Misbah Fadly Kr

Editor – KJ

Pos terkait