Dituding Kasek MTsN 2 Kelara Jeneponto Diduga Gelapkan Gaji Guru Honorer, Begini Tanggapannya

  • Whatsapp

Laporan Jurnalis Jeneponto – Redaksi 

Jeneponto – Kompas24jam.id – Guru honorer Madrasah Tsanawiyah (MTsN) 2 Jeneponto Mataere, Kelurahan Tolo’, Kecamatan Kelara menduga gaji mereka digelapkan.

Bacaan Lainnya

Keluhan ini dirasakan oleh guru tidak tetap (GTT) atau honorer lantaran selama 3 bulan gaji mereka belum saja diberikan oleh pihak sekolah.

Informasi yang dihimpun bahwa SK Kanwil sudah diturunkan di kabupaten dan sudah diberikan kepihak sekolah untuk dilakukan pencairan dana bagi guru honorer.Namun hingga sekarang memasuki bulan ketiga belum juga diberikan.

Menurut salah satu guru honorer MTsN 2 Kelara yang enggan disebut namanya mengatakan, SK kantor wilayah yang keluarkan, dan informasi Kepala MTsN 2 Jeneponto sudah mengambil itu SK untuk pencairan gaji para honorer namun saat ini belum ada pencairan mulai dari bulan Januari hingga bulan Maret 2020.

“Itu SK GTT Kanwil sudah ada tertera bahwa gaji honorer sebanyak 500 ribu per bulan harus dibayarkan, namun hingga sekarang belum diberikan kepada 17 orang guru honorer” katanya melalui pesan WhatsApp Jumat/3/April/2020.

“Sedangkan sekolah lain seperti MTsn 1 Jeneponto sudah melakukan pencairan, kenapa disekolah yang kami tempati mengajar belum juga cair, padahal SK pencairan sudah ditangan kepala sekolah” jengkelnya

Kepala Sekolah MTsn 2 Kelara Abd Rahman  saat dikonfirmasi terkait adanya dugaan gaji guru honerer digelapkan itu keliru dan salah besar.

“Terkait dengan itu memang sudah ada sekolah yang sudah ambil SK GTTnya sebelum Covid-19, tapi khusus tuk di MTsN 2 memang belum diambil SKnya tapi kemarin ada kebijakan Pak Kasi bisa di kirim via WA, jadi sudah upload SK GTT baru kemarin kita terima.Sementara ini kita proses pengajuan pembayaran karena kebetulan juga ada perubahan tata cara pembayaranya.Saya mohon maaf ada kata dana guru honorer digelapkan itu keliru atau salah besar karena gaji guru honorer itu masuk kerekening yang bersangkutan bukan berupa uang tunai diterima”katanya melalui pesan WhatsApp.

“Kita bisa ajukan tuk bulan Januari – Maret 2020 untuk pencairan, beda dengan tahun sebelumnya sekarang sesuai SK 300 ribu perbulan di tambah 5.000 perjam yang hadir”ungkapnya

Pos terkait