Dugaan Penganiayaan, Warga Saling Lapor di Mapolres Jeneponto

  • Whatsapp
Gambar Ilustrasi

Jeneponto-Kompas24jam.id,Korban dugaan penganiayaan warga Kampung Palloli, Desa Bontocini, Kecamatan Rumbia, melaporkan oknum seorang dokter di Polres Jeneponto, no LP/H/205/VIII/Res 1.6/2021/Polda Sulsel/Res Jeneponto.

Pelapor SS mengaku di aniaya. Dia dipukul dengan menggunakan kepala tangan / tinju sebanyak satu kali, pada bagian hidung hingga mengeluarkan darah.

Bacaan Lainnya

Tak terima perlakuan itu, korban melaporkan kejadian kepihak berwajib dan berharap kepolisian menindak lanjutinya

Menurut korban saat ditanya beberapa awak media, ia menjelasakn saat kejadian sedang berlangsung pemilhan pembentukan panitia desa pada hari Kamis (12/Agustus/2021).

“Saat itu sedang berlangsung pembentukan panitia desa di Desa Bontocini, Kecamatan Rumbia, dan sempat ada keributan dan saya kenna tinju pada bagian hidung yang sehingga mengeluarkan darah. Atas kejadian tersebut, saya keberatan dan melaporkan ke Polres Jeneponto.Saya percayakan proses hukum lebih lanjutnya di Polres Jeneponto,”ujar mantan Kadus tersebut

Penyidik Polres Jeneponto, Aipda Sulaiman membenarkan, bahwa warga Desa Bontocini telah diterima laporannya, namun kata dia masih menunggu disposisi dari pimpinan (Kasat Reskrim).

“Untuk selanjutnya dilakukan penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara (TKP). Jadi untuk sementara yang diambil laporannya baru pelapor, nanti akan dilakukan pemeriksaan saksi-saksi korban,” terangnya

Dia menambahkan, bahwa paling cepat tiga hari setelah korban melapor sesuai dengan Perkap (peraturan Kapolri) sambil menunggu disposisi turun dari atas.

Terpisah terduga terlapor oknum dokter yang juga korban dugaan penganiayaan mengatakan tetap mempercayakan prosesnya di kepolisian mengenai laporannya yang sedang berjalan.Dia juga mengaku sudah diambil keterangannya pada hari Kamis (12/Agustus/2021) dan sesuai LP /B/21/VIIII/Res1.6/2021/Polda Sulsel/Res Jeneponto.

“Saya juga melaporkan tiga orang warga Desa Bontocini, yang terlibat dalam dugaan penganiayaan saat pembentukan panitia Pilkades. Namun semua itu, kita percayakan ke pihak kepolisian setempat,”urainya.

Laporan Jurnalis Jeneponto-MS
Editor-KJ

Pos terkait