Hari Jadi Diwarnai Keributan, Tiga Pejabat Jeneponto Nyaris Aduh Jotos

  • Whatsapp
Puluhan Aliansi Pemuda Turatea (Aptur) Jeneponto, Sulawesi Selatan melakukan aksi unjuk rasa bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Butta Turatea ke-158 pada hari ini, Sabtu (1/5/2021).
5

Jeneponto-Kompas24jam.id, Puluhan Aliansi Pemuda Turatea (Aptur) Jeneponto, Sulawesi Selatan melakukan aksi unjuk rasa bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Butta Turatea ke-158 pada hari ini, Sabtu (1/5/2021).

Pantauan Kompas24jam.id dilokasi, puluhan mahasiswa ini yang tergabung melakukan unras didepan kantor Bupati Jeneponto, Jln Pahlawan, Kelurahan Empoang, Kecamatan Binamu terkait dugaan pungli dan meminta agar Kadisdukcapil dan Kabidnya dicopot dari jabatanya.

Bacaan Lainnya

Saat mahasiswa mendekati kantor Bupati, tiba-tiba datang dua orang pria berpakaian preman berdiri di tengah jalan.Tak lama kemudian, datang lagi satu orang pria sambil berteriak.

Mereka berdiri di jalan sambil berteriak dan marah-marah. Mereka menghalangi massa agar tidak mendekati kantor Bupati.

Ketiga pria itu diketahui masing-masing kepala kecamatan. Mereka tidak menerima jika mahasiswa tersebut melakukan aksi demo.

“Mundur, hari jadi kamu kacaukan,”teriak salah satu Kepala Kecamatan

Diketahui, Haeruddin Limpo seorang Kepala Kecamatan Tamalatea terlihat dilokasi aduh mulut dengan demontrans bahkan sempat mendorong mundur mahasiswa sehingga nyaris aduh jotos.

Limpo terlihat dibalut emosi lantaran momen hari jadi diwarnai aksi demo.Dia sempat menumbuk dadanya sebagai bentuk perlawanan terhadap mahasiswa.

Tak lama kemudian, datang seorang pria dari arah belakang sambil berteriak. Dia bilang, jangan mencoba-coba untuk mendekat.

“Jangan coba-coba, Hari Jadi Jeneponto ini, tolong hargai. Harga diri ini,” ungkapnya.

Terpisah Edy Subarga Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Pelajar Turatea sangat menyanyangkan adanya oknum camat yang menghalangi aksi unjuk rasa.

“Ada tiga pejabat Kecamatan di Jeneponto yang menghalangi aksi unjuk rasa teman-teman padahal aksi ini sebagai wujud demotrasi, penyebab kami melakukan aksi itu terkait adaanya dugaan pungli dikantor Disdukcapil sehingga kami meminta Bupati Jeneponto mencopot kepala dinas dan kabidnya”tegasnya

“Yang menghalangi aksi kami, Camat Binamu, Camat Tamalatea dan Camat Rumbia”

Namun, kekacauan itu tak berlangsung lama setelah pihak kepolisian dan Satpol PP tiba di lokasi.

Hingga berita ini diturunkan, massa masih berada di lokasi dan melakukan orasi.

Laporan Jurnalis Jeneponto-Redaksi
Editor-KJ

Pos terkait