Jadi Tersangka Korupsi, Anggota DPRD Jeneponto Ini Tidak Ditahan, Kenapa?

  • Whatsapp
Berkas perkara kasus dugaan korupsi jembatan bosalia telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Jeneponto, tersangka diserahkan pada Jum'at (7/8/2020) sekira pukul 11.00 WITA dengan memaki baju kemeja dan masker.

Jeneponto-Kompas24jam.id-Berkas perkara kasus dugaan korupsi jembatan bosalia telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Jeneponto.

Penyidik Polres Jeneponto menyerahkan barang bukti berupa dokumen negara dan tersangka yaitu Abdul Malik, mantan Kadis PUPR Jeneponto.

Bacaan Lainnya

Pantauan Kompas24jam.id, tersangka diserahkan ke Kejari pada Jum’at (7/8/2020) sekira pukul 11.00 WITA. Saat itu juga Abdul Malik menjalani pemeriksan beberapa jam dikantor Kejaksaan Negeri Jeneponto.

Pelimpahan berkas perkara tersebut telah dinyatakan lengkap atau P21 oleh Jaksa, terlihat tersangka Abdul Malik dikantor Kejaksaan Negeri Jeneponto memaki baju kemeja dan menggunakan masker saat hendak melaksanakan salat Jum”at dan didampingi dua orang penyidik Polres.

Kasi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Saud Malatua, saat dikonfirmasi membenarkan, bahwa pihak Kejari menerima tersangka dari penyidik polres Jeneponto.

“Tadi Polres Jeneponto menyerahkan tsk kasus dugaan korupsi yakni, Abdul Malik sekira pukul 11.00 wita,”ujar Saud Malatua kepada awak media.

Saud mengatakan, dimana sebelumnya tersangka yang pertama itu berjumlah 3 orang, beberapa bulan kemudian bertambah lagi satu orang dan terakhir, Abdul Malik.

“Yang pertama itu ada tiga tersangka, kemudian beberapa bulan kemudian ada satu lagi tersangka, dan ini terakhir hari ini pak Abdul Malik, itu penyerahan tahap dua,”ungkapnya.

Dia menambahkan, bahwa berkas 5 tersangka tersebut semuanya telah dinyatakan P21

“Yah kan! sekarang tetap tersangka, karena berkas perkara lima tersangka itu sudah P21 semua,” ucapnya.

Kasus dugaan korupsi pembangunan jembatan bosalia, Abdul Malik terlibat selaku pengguna anggaran.
“Dalam kegiatan tersebut beliau (Abdul Malik) keterlibatannya selaku pengguna anggaran,” katanya.

Saud Malatua mengungkapkan, bahwa penggunaan anggaran proyek pembangunan jembatan bosalia tersebut itu pada tahun 2016 dan kerugian ditaksir Rp669 juta.

“Penggunaan anggaran proyek pembangunan jembatan bosalia tahun anggaran 2016, dan kerugian sebesar Rp669 juta,”tutupnya

Laporan Jurnalis Jeneponto-Misbah Fadly Kr
Editor-KJ

Pos terkait