Kasus Pembunuhan Warga Bantaeng Bertambah Satu Orang, Ini Pelakunya di Jeneponto

  • Whatsapp
Humas Polres Jeneponto AKP Syahrul Regama SH, menyampaikan hal itu dalam konferensi pers di salah Cafe, Jln Lingkar, Kelurahan Empoang Kota, Kecamatana Binamu , Jeneponto Sulawesi selatan.Selasa/06/Oktober/2020 sore.

Jeneponto-Kompas24jam.id-Terduga pelaku pembunuhan terhadap Rendy Secada (21) warga Bantaeng, Sulawesi selatan bertambah.

Dimana sebelumnya, Polres Jeneponto mengamankan satu orang pelaku dan hari ini bertambah satu orang lagi.

Bacaan Lainnya

Humas Polres Jeneponto, AKP Syahrul Regama SH, menyampaikan hal itu dalam konferensi pers di salah satu Cafe, Jln Lingkar, Kelurahan Empoang Kota, Kecamatana Binamu , Jeneponto Sulawesi selatan.Selasa/06/Oktober/2020 sore.

“Hari ini kasus pembunuhan yang menewaskan RD warga Bantaeng beberapa hari yang lalu kejadianya, pelakunya bertambah satu orang, dimana sebelumnya telah diamankan terduga pelaku utama”kata Syahrul

Diketahui, terduga pelaku ini yang diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka setelah Satreskrim Polres Jeneponto melakukan pengembangan kasus tersebut.

“Terduga pelaku AT (23) warga Dusun Panno, Desa Rumbia ditetapkan sebagai tersangka hari ini oleh Satreskrim Polres Jeneponto setelah hasil pengembangan yang mengarah kepelaku yang diduga terlibat dalam kasus pembunuhan”ungkap Humas Polres Jeneponto AKP Syahrul Regama SH.

Pelaku saat itu, kata Syahrul, menyerempet kendaran korban sehingga terjatuh dan saat itu juga pelaku utama melakukan penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia ditempat kejadian perkara (TKP)

“Sebelum kejadian pembunuhan, AT saat itu menyerempet kendaraan korban hingga terjatuh, dan saat itu juga pelaku utama IB melakukan penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia ditempat kejadian perkara, dan itu dari hasil penyelidikan serta pengembangan Satreskrim Polres Jeneponto sehingga AT ini ditetapkan tersangka lantaran diduga turut serta dalam kasus pembunuhan”terang Syahrul

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya kini pelaku AT sudah mendekam dibalik jeruji besi Polres Jeneponto dan dikenakan pasal 55, 56 KUHAP dengan ancaman kurungan pidana 20 tahun penjara atau seumur hidup.

laporan Jurnalis Jeneponto-M.Karsar
Editor-KJ

Pos terkait