Lagi, 37 Penerima Manfaat Dana Bantuan Diduga Disunat Oknum Ketua Kelompok

  • Whatsapp
Ilustrasi

Jeneponto-Kompas24jam.id-Di masa pandemi corona pemerintah pusat telah mengucurkan dana bagi penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH).

Bagi penerima Bantuan Pangan Non Tunai mendapatkan Uang sebesar RP 500 ribu sedangkan penerima PKH melalui Program Keluarga Harapan mendapatkan 15 kilo beras, dan ini sangat membantu masyarakat ditengah pandemo Covid-19.

Bacaan Lainnya

Meski demikian, masih ada saja oknum yang ingin meraib keuntungan dari program tersebut.Salah satunya di Kabupaten Jeneponto.Oknum Ketua Kelompok PKH di Desa Bontosunggu, Kecamatan Tamalatea, Jeneponto, Sulawesi selatan lagi, diduga melakukan pemotongan masing-masing penerima manfaat.

Diketahui, penerima manfaat sebanyak 37 orang ini mengaku dipotong oleh ketua kelompok didesanya.

Salah satu penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dimasa pandemi corona mengaku telah menerima Uang hanya Rp.430.000 ribu yang seharusnya Rp.500 ribu.Menurutnya, saat pencairan dana tersebut oknum ketua kelompok dari PKH yang mencairkannya, bahkan kartu ATM bagi penerima manfaat juga dipegang oleh oknum tersebut.

“Kemarin sudah diterima Uangnya tapi, hanya Rp.430 ribu bukan 500 ribu, padahal didesa lainnya utuh diterima oleh masyarakat yang menerima, dipotong 70 ribu oleh oknum ketua kelompok, yang katanya dia yang urus pencairannya” terang penerima manfaat yang enggan disebut namanya.

Oknum ketua kelompok dari PKH, Daeng Caya saat dikonfirmasi hanya mengaku memotong 50 ribu dan membatah tidak menyunat sampai 70 ribu rupiah, bahkan dia pun berjanji akan mengembalikan kartu ATM penerima manfaat.

” Itu tidak benar sampai 70 ribu dipotong tapi hanya 50 ribu saja, dan uangnya masih ada nanti saya kembalikan kemasing-masing penerima beserta kartu ATMnya dari pada dapat masalah” singkatnya.Sabtu/29/Agustus/2020.

Laporan Jurnalis Jeneponto-Misbah Fadly Kr

Editor-KJ

Pos terkait