Lima Terdakwa Kasus Korupsi Bosalia Jeneponto Vonis Bebas:GAM, Harusnya Hakim Objektif

  • Whatsapp

Makassar-Kompas24jamid, Vonis bebas yang dijatuhkan hakim ketua Pengadilan Kota Makasar kepada kelima terdakwa korupsi proyek Jembatan Bosalia di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan mendapat sorotan.

Nurul Imam Rahman selaku Komando Depertemen Investigasi & Advokasi Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) mengatakan, putusan hakim harusnya objektif dalam melihat dan memutuskan suatu perkara yang di tanganinya.

Bacaan Lainnya

“Kami sangat menyayangkan terkait vonis bebas yang dijatuhkan hakim beberapa hari lalu terhadap ke lima terdakwa dugaan korupsi jembatan bosalia Jeneponto”ucapnya saat melakukan orasi dijalan kota Makassar.

Ia menambahkan, tentunya putusan hakim merupakan tantangan keras dan bukti ketidak becusan Kejari Jeneponto dalam memutuskan kelengkapan berkas perkara (P-21) yang di limpahkan oleh pinyidik.

“Sesuai hasil investigasi di lapangan bahwa terkait pekerjaan jembatan bosalia itu mangkrak, sehingga sampai saat ini asas manfaatnya belum di rasakan oleh masyarakat, jadi Siapa yang akan bertangung jawab atas kerugian keuangan negara sebesar Rp 644 juta itu..? ungkap pria berambut gondrong itu

Mestinya dalam menanganan dugaan kasus korupsi yang merupakan kejahatan luar biasa (ekstra ordinary crime) harus di lakukan dengan cara – cara luar biasa dan mengedepankan asas keadilan serta komitmen seluruh aparat penegak hukum.

“Kami sangat mengapresiasi dan mendukung penuh atas progres yang dilakukan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Jeneponto, Semoga saja mendapatkan titik terang demi terwujudnya keadilan”tegas Nurul Imam Rahman.

Informasi yang dihimpun Kompas24jam.id, bahwa Kejaksaan Negeri (Kejari) Jeneponto, mengajukan kasasi kepada kejaksaan agung melalui pengadilan Tipikor makassar, sejak kelima terdakwa jembatan bosalia di vonis bebas.

Diketahui para kelima terdakwa dugaan kasus koropsi jembatan bosalia Jeneponto, Sulawesi selatan yang divonis bebas, masing-masing.
IR.AMS (PA)
RM (PPK)
AA (PPTK)
AS (Bendahara)
MTT (Kuasa direksi)

Laporan Jurnalis Makassar – Jaya
Editor- Redaksi

Pos terkait