Mahasiswa Asal Takalar Berhasil Ciptakan Automatic Bird Reaplean Alat Pengusir Hama

  • Whatsapp

Laporan Jurnalis Takalar -Jaya

Takalar – Kompas24jam.id– Mahasiswa asal Takalar, Nurhidayat (20) yang berstatus mahasiswa di Universitas Hasanuddin Makassar berhasil ciptakan Automatic Bird Reaplean (Alat Pengusir hama burung berbasis otamatis).

Bacaan Lainnya

Dari hasil penemuan ini, Ia meraih penghargaan biaya terbesar untuk lakukan penelitian lebih lanjut dari Tanoto Student Research Award (TSRA) dalam program kreatifitas mahasiswa bidang penelitian (PKM-P) bekerjasama dengan Tanoto Foundation sebelas tim yang lolos untuk tahap pengembangan.

Ia mulai perakitan alat pengusir hama berbasis matic, sejak maret-mei 2019, dan sudah dilakukan uji coba di exvarm Universitas Hasanuddin Makassar, dan sesuai hasil yang diharapkan.

Hal ini diungkap Nurhidayat, saat cek lokasi untuk dilakukan uji coba ke dua di Desa Tonasa, Kecamatan Sandrobone, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Senin (10/6/2019).

“Uji coba kedua kalinya kami akan lakukan minggu ini, untuk penetapan harinya masih belum kami bicarakan bersama tim,” ungkapnya.

Nurhidayat mengatakan saat ditemui jurnalis Kompas24jam.id, bahwa dalam perakitan alat ini tidak dilakukan sendiri tapi ia merakit dibantu oleh timnya, diantaranya Muh Yusril Hardiansyah (20) (ketua tim), Asal Makassar. M Arif Fikri Al-Ridho (20) Asal Medan.

“Kami bertiga merupakam mahasiswa program studi Agroteknologi Universitas Hasanuddin  Makassar,” ujar Nurhidayat.

Lanjutnya, bahan-bahan yang kami gunakan untuk pengujian kemanjuran penemuan ini diantaranya adalah extak buah jengkol, extrak buah bintaro dan extrak bawang putih, bahannya ramah lingkungan dan tidak susah untuk didapatkan.

Kami memilih bahan-bahan itu karena aroma dari bahan-bahan tersebut yang dapat menjadi penangkal burung pipit dan burung-burung yang lain di sawah.

“Kami berinisiatif ciptakan alat ini berawal dari  keresahan para petani dari serangan burung yang menghabiskan buah padi di sawah, apabila  ini dibiarkan maka dapat merugikan petani ,” bebernya.

“Bukan hanya dari itu, kami juga merasa kasian dengan petani-petani yang memilih tigggal di sawah untuk menjaga tanaman padinya dan mengusir burung-burung pipit ketika padinya hendak menuah.

Dengan penemuan alat ini  kami berharap bisa di pergunakan di daerah kami untuk yang pertama kalinya, bagi masyarakat yang memiliki pertanian sangat luas dan bisa mendapat perhatian dari pemerintah daerah Kabupaten Takalar.

Data diri:
Nama: Nurhidayat
Ttl: Takalar, 28/10/1998
Alamat: Barammamase, Kecamatan Galesong Selatan, Kabupaten Takalar.
Status: Pelajar.

Riwayat sekolah:
-SDN 78 Balang.
-SMPN 3 Galesong selatan.
-SMAN 1 Takalar.
-Universitas Hasanuddin Prodi Agroteknologi Semester 4.

Riwayat organisasi:
-Ketua Lingkar Pena SMAN 1 Takalar.
-Pena Hijau Takalar.
-Pemuda Muslim Indonesia.
-Himpunan Mahasiswa Islam Indonesia.
-Forum Anak Panrannuang Takalar.

Pos terkait