Palsukan Data Diri Warga Bantaeng Menikah di Jeneponto Libatkan Lurah dan Imam Kelurahan

  • Whatsapp

Laporan Jurnalis  Jeneponto – Karma

Jeneponto – Kompas24jam.id – Curhatan pedih (HR) ya, wanita salah satu korban selingkuh suaminya. Bagi siapapun dan wanita mana pun dikhianati bukanlah hal yang menyenangkan. Tak heran dong bila para korban perselingkuhan ini memilih untuk membagikan rasa dukanya agar sedikit terobati.

Bacaan Lainnya

Sabtu kemarin, seorang pengguna Facebook membagikan foto seorang pengantin yang diketahui akun milik seorang Kepala Desa di Bantaeng. Tak sengaja (HR) yang sudah dikarunia 2 anak laki – laki warga Puro’ro, Desa Pattallassang, Kecamatan Tompo Bulu Bantaeng melihat dimedia sosial ( Facebook) suaminya mengenakan pakaian pengantin.

Saat ditelusuri ternyata suaminya menikah di Jeneponto tepatnya di Kelurahan Monro-Monro, Kecamatan Binamu dengan seorang janda ( JR) yang diduga selingkuhanya.

US dan JR ini diketahui warga Bantaeng namun menikah di Jeneponto, ironisnya perempuan JR yang mendapat Surat Pengantar Perkawinan (SPP) dari Kelurahan Monro- Monro yang ditanda tangani Sutan Syarif ST.Kepala Kelurahan diduga memalsukan data diri.

Menurut Imam Kelurahan Monro- Monro saat ditemui dikediamanya mengatakan bahwa berkas yang disedorkan dari mempelai laki laki belum lengkap yang katanya, sudah cerai dengan istrinya, karena yang hadir saat itu Imam Desa serta Kepala Desa dari Bantaeng sehingga terjadi pernikahan karena desakan.

” Saat itu, usai melihat berkas saya sudah ragu lantaran mempelai laki laki yang mengaku duda tidak bisa memperlihatkan surat cerai dari Pengadilan Agama Bantaeng, namun karena Imam Desa serta Kepala Desa dari Bantaeng ikut serta terpaksa keduanya dinikahkan, dan saya siap dipanggil namun, imam Desa dan Kepala Desa Bantaeng harus juga dipanggil karena desakan mereka” tuturnya Sannai Dg Sila.

Kini kasus pernikahan tanpa izin sudah dilaporkan di Polres Jeneponto, Selasa malam, 02, April, 2019.(Update)

Pos terkait