Pasca Pembongkaran Peti Jenasah, Japik Cabang Jeneponto Sharing Pengalaman Penguatan Tenaga Kesehatan dan Penanganan Covid-19

  • Whatsapp
Jaringan Peduli Kesehatan Indonesia (Japik) Cabang Jeneponto, Sulawesi selatan gelar penguatan tenaga kesehatan untuk melakukan pencegahan dan penanganan Covid-19 pasca pembongkaran peti jenasah yang terjadi beberapa hari yang lalu yang berlangsung dirumah jabatan Sekertaris Daerah ( Sekda) Jeneponto, Kelurahan Empoang Kota, Kecamatan Binamu.Jumat/10/Juli/2020

Jeneponto-Kompas24jam.id-Jaringan Peduli Kesehatan Indonesia (Japik) Cabang Jeneponto, Sulawesi selatan gelar penguatan tenaga kesehatan untuk melakukan pencegahan dan penanganan Covid-19 pasca pembongkaran peti jenasah yang terjadi beberapa hari yang lalu

Kegitan ini berlangsung dirumah jabatan Sekertaris Daerah ( Sekda) Jeneponto yang dihadiri 19 Kepala Puskesmas, Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) dan para pengurus Jaringan Peduli Kesehatan Indonesia (JAPIK) pada Jumat malam/10/Juli/2020.

Bacaan Lainnya

Sebagai narasumber dalam sharing pengalaman penanganan Covid-19 tersebut, Sekda Jeneponto Syafruddin Nurdin, dr.Sugih Wibowo, Plt Dinkes Susanti dan Ketua Japik Cabang Jeneponto Hardianto Haris sebagai moderator.

Dalam paparan Sekda Jeneponto Syafruddin Nurdin mengatakan, dari 24 Kabupaten Kota yang ada di Sulawesi selatan kalau kita ingin melihat indikator epidemiologi yang berhubungan dengan penyebaran ini maka harus diwaspadai secara serius karena kenapa penyebaran Covid-19 di Jeneponto semakin bertambah.

“Untuk mencoba menangkap sebuah konsep yang efisien dan efektif dalam upaya untuk mencegah penularan ini, butuh juga kesadaran masyarakat tentang protokol kesehatan, karena kasus Covid-19 di Jeneponto semakin bertambah itu menandakan zona merah semakin mendekat dan perlu diwaspadai, jangan sampai terjadi” katanya.

Dalam sharing pengalaman, dr.Sugih Wibowo menjelaskan bahwa, ada 3 Kabupaten yang masuk zona merah pertama itu kota Makassar, Maros dan Gowa dan kebetulan saya sendiri dokter poli di Puskesmas Camba Kabupaten Maros sebelumnya menjabat Kepala Puskesmas dari tahun 2016 sampai tahun 2020.

” Untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, waktu itu kita bentuk tim yang namanya P2, jadi tim ini garda terdepan dan memantau serta mengkontrol setiap ada warga pendatang dari zona merah, apabila didapati seperti ini kita telusuri, dusun apa dan desa mana, terus dilakukan pengecekan terhadap warga yang dicurigai dari zona merah itu, terus dilakukan diskusi edukasi agar selalu menggunakan masker agar virus ini tidak meluas”ungkapnya.

Diketahui Kabupaten Jeneponto Sulawesi selatan kasus Covid-19 semakin bertambah mencapai angka 96 orang positif, 18 orang sembuh dan meninggal 3 orang.

Laporan Jurnalis Jeneponto-Misbah Fadly Kr
Editor-KJ

Pos terkait