Pemilik Ladang Ganja Dua Hektar, Diangkut Polisi

  • Whatsapp

Kompas24jam.id – Mandailing Natal – Satres Narkoba Polres Mandailing Natal (Madina) kembali menemukan dua hektar ladang ganja di pegunungan Tor Sihite Desa Huta Tua Pardomuan Kecamatan Panyabungan Timur

Kapolres Mandailing Natal, AKBP Horas Tua Silalahi, dalam Press Release penemuan ladang ganja ini merupakan hasil pengembangan dari tindak pidana Narkotika golongan I jenis ganja dengan nomor : LP/21/III/RES.4.2/2020/SU/RES MDN pada hari Sabtu (07/03/2020)

Bacaan Lainnya

Dengan penangkapan 3 (tiga) Pelaku atas nama IS alias Anuel, SR alias Sahdin dan JR alias Joni.

Dalam pengembangan, petugas berhasil mengamankan barang bukti narkotika golongan 1, 5 (lima) ball ganja kering seberat bruto 4.500 gram. Rabu (18/3/2020)

Dari introgasi penyidik Satresnarkoba Polres Madina terhadap SR, mengakui bahwa dirinya memiliki ladang ganja di pegunungan Tor Sihite Desa Pardomuan.

Berdasarkan pengakuan dari pelaku, polisi melakukan penyisiran dan menemukan dua hektar lahan ganja.

Adapun dua hektar lahan ganja yang ditemukan dengan rincian satu hektar lahan ladang ganja yang sudah dipanen oleh tersangka sedangkan satu hektar masih ditumbuhi pohon ganja sebanyak lebih kurang 10.000 batang.

“Setelah dilakukan pencabutan oleh tim, kemudian memusnahkan 9.885 pohon ganja dengan cara dibakar dilokasi, sedangkan 115 batang disisihkan sebagai barang bukti, “Ujarnya.

kami menghimbau kepada oknum masyarakat Madina khususnya wilayah Panyabungan Timur yang menanam ataupun berkebun ganja supaya berhenti, kasus yang terakhir terkait penanaman ganja di Mandailing Natal

“agar masyarakat tidak terpengaruh lagi dengan iming-iming keuntungan yang besar dengan menanam ganja, “harap kapolres.

Sedangkan tersangka dan barang bukti saat ini berada dalam tahanan Satnarkoba Polres Mandailing Natal guna proses penyidikan lebih lanjut kemudian terhadap

“ketiga tersangka akan diterapkan pasal 111 ayat (2) Subs pasal 114 ayat (2) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman pidana mati, pidana seumur hidup atau pidana paling singkat enam tahun paling lama 20 tahun penjara” ujar kapolres.

(Todung Mulya Lubis)

Pos terkait