Pemkab Jeneponto Bentuk Tim Reaksi Cepat Pasca Kebakaran Pasar Tradisional Karisa

  • Whatsapp
Pemkab Jeneponto adakan rapat terbatas (Ratas) sekaligus membentuk tim penaganan pemulihan bencana yang berlangsung ruang rapat wakil Bupati Jeneponto.Selasa/29/September/2020.

Jeneponto-Kompas24jam.id-Pasca terjadinya kebakaran pasar tradisional karisa beberapa hari yang lalu, Pemkab Jeneponto adakan rapat terbatas (Ratas) sekaligus membentuk tim penaganan pemulihan pasca bencana yang berlangsung diruang rapat wakil Bupati Jeneponto.Selasa/29/September/2020.

Dalam rapat tersebut, dipimpin langsung Bupati Jeneponto Iksan Iskandar, wakil Bupati Paris Yasir dan dihadiri Kadis Perindag, Asisten Ekonomi, Kasatpol PP, Kadishub, Camat Binamu, Kabag Hukum, dan Kabag Pemerintahan.

Bacaan Lainnya

Dari hasil rapat tersbut di sepakati bahwa ketua tim pemulihan yakni, wakil Bupati Jeneponto Paris Yasir sedangkan Bupati Jeneponto Iksan Iskandar selaku pengarah beserta Kapolres, Dandim 1425 dan Kajari Jeneponto.

Bupati Jeneponto Iksan Iskandar mengatakan bahwa, hari ini saya perintahkan segera pergunakan fasilitas yang ada untuk merelokasi para pedagang, semua diatur secara baik dan kesampingkan ego masing masing, pemerintah akan tetap hadir di setiap kebijakan untuk kemaslahatan bersama.

“Saya tekankan, segera tindak lanjuti hasil rapat ini karena para pedagang korban kebakaran butuh kepastian, dan batas hingga hari Kamis semua sudah bergerak karena pemerintah akan selalu hadir untuk masyarakat banyak”tegas Bupati Jeneponto.

Setali dengan pernyataan Iksan Iskandar, wakil Bupati Jeneponto Paris Yasir menyampaikan bahwa, tim akan mengambil langkah strategis dalam percepatan realokasi para pedagang sehingga ada kepastian untuk para korban kebakaran.

“Secepatnya tim akan mengambil langkah strategis dalam percepatan realokasi para pedagang yang ada dipasar karisa, terutama para korban kebakaran, ini dilakukan untuk memulihkan pasca bencana dan ini kepentingan kita semua dalam mendongrak perekonomian”singkat Paris Yasir

Pada rapat yang dilaksanakan secara terbatas itu tetap mengedepankan protokol kesehatan

Laporan Jurnalis Jeneponto-Pattawari
Editor-KJ

Pos terkait