Pertama Kecamatan Bangkala Jeneponto, Desa Kalimporo Sudah Salurkan BLT Dana Desa ke Masyarakat

  • Whatsapp

Laporan Jurnalis Jeneponto-Misbah Fadly Kr 

Jeneponto-Kompas24jam.id-Perdana, Desa Kalimporo, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, mulai serahkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang berasal dari Dana Desa (DD) tahun 2020, kepada masyarakat penerima manfaat.

Bacaan Lainnya

Desa Kalimporo merupakan Desa pertama di Kecamatan Bangkala yang menyalurkan BLT dari DD sebagai upaya membantu warga yang terdampak covid-19.

Penyerahan secara simbolik dilakanakan di kantor Desa Kalimporo dan dihadiri langsung Camat Bangkala, Andi Patappoi, Kepala Desa, para perangkat Desa, Pendamping Desa serta Bhabinkamtibmas.

Camat Bangkala, Andi Patappoi, menjelaskan penyerahan BLT tersebut disalurkan kepada 82 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di 7 dusun diDesa Kalimporo.

“Hari ini Desa Kalimporo menjadi Desa pertama di Kecamatan Bangkala yang menyalurkan BLT, sebanyak 82 KK menerima BLT periode bulan April,” jelas Andi Patappoi, Selasa (5/5/2020).

Andi Patappoi menambahkan, BLT tersebut dianggarkan melalui Dana Desa tahun 2020 selama 3 bulan dan dikeluarkan setiap 1 bulan berdasarkan kriteria yang telah ditentukan

“BLT tersebut dianggarkan melalui DD, dikeluarkan sekali sebulan selama 3 bulan, ini merupakan upaya untuk mengurangi dampak pandemik Covid-19 terhadap masyarakat yang kurang mampu,” kata Kr Nyau nama sapaanya.

Ditempat yang sama Kepala Desa Kalimporo, Hasbibi Arsyad, mengatakan pembagian BLT bersumber dari Dana Desa Tahun anggaran 2020 dengan besaran masing- masing kepala keluarga mendapatkan bantuan Rp 600 ribu perbulannya selama tiga bulan kedepan terhitung mulai april.

“Pembagian BLT kepada warga tidak sekedar memberikan akan tetapi sebelumnya dilakukan verifikasi oleh pemerintah Desa bersama beberapa pihak terkait kelayakan penerima bantuan BLT,”ucapnya.

Dia menambahkan, bahwa lebih awal membagikan bantuan tersebut karena memang sudah di tunggu oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari hari.

“Jadi pembagian ini kita lakukan bukan soal siapa cepat dan siapa yang lambat, tapi jika memang proses secara administrasinya sudah selesai maka sudah seharusnya memang kita bagikan karena masyarakat sudah menunggu bantuan dari pemerintah,”pungkasnya.

#

Pos terkait