Putusan Kasasi MA Batalkan Eksekusi Tanah di Desa Marayoka Jeneponto

  • Whatsapp
Asdar keluarga tergugat saat memperlihatkan bukti hak kepemilikan lahan dan surat keputusan Mahkama Agung .Kamis/20/Agustus/2020.

Jeneponto-Kompas24jam.id- Tanah sengketa yang beralokasikan Barukaya Utara, Desa Marayoka, Kecamatana Bangkala Jeneponto, Sulawesi selatan menemui titik terang dimana putusan Mahkama Agung(MA) nomor 1999 K/Pdt/2018 dipoint ke-5 dengan nomor perkara 26/PDT.G/2009/PN/JO tidak dapat di eksekusi.

Dimana penggugat Saing Dg Ngero warga kampung Bontobaddo menggugat, Saharia warga kampung Cengkong Desa Marayoka, Kecamatan Bangkala yang diduga tak memiliki kelengkapan surat-surat kepemilikan lahan tersebut.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan hasil putusan Mahkama Agung ( MA) nomor 1999 K/Pdt/2018 (termohon kasasi) penggugat dalam point ke-3 menyatakan menurut hukum bahwa, pelawan adalah yang berhak dan pemilik sah terhadap obyek sengketa dalam perkara nomor 26/PDT.G/2009/PN.JO berdasarkan sertifikat hak milik (SHM) nomor.82 tahun 2009 sedangkan dipoint ke-4 dimana dimaksud menurut hukum bahwa tanah milik pelawan sebagaimana yang dimaksud dalam sertifikat hak milik nomor 82 tahun 2009 tidak pernah diperkaraka atau tidak termasuk obyek gugatan terlawan Saing Dg Ngero pada perkara terdahulu nomor 26/PDT.G/2009/PN.JO.

Dari point-point diatas dikuatkan dengan point ke-5 dimana dimaksud menurut hukum dan putusan Mahkama Agung(MA) tanah milik pelawan yang terletak di Kampung Cengkong, Desa Marayoka, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi selatan dengan batas-batas sebagaimana tercantum dalam perkara nomor 26/PDT.G/2009/PN JO tidak dapat dieksekusi, karena merupakan tanah milik pelawan (Saharia) berdasarkan alas hak sertifikat asli kepemilikan lahan hak milik nomor 82 tahun 2009.

Menurut keluarga tergugat Asdar mengatakan, tanah tersebut sudah puluhan tahun ditempati dari turun temurun mulai dari nenek dan bapaknya, namun kok tiba-tiba ada orang yang akui bahwa lahan tersebut adalah miliknya.

” Tahun lalu ada yang menggugat tanah ini, dan dimeja hijaukan dipengadilan negeri Jeneponto saat itu, kami menang karena dasar kepemilikan sertifikat asli dan disertai bukti pembayaran pajak bumi dan bangunan (PBB) dari pemerintah desa” katanya

Kemungkinan dari penggugat tak terima putusan Pengadilan Negeri Jeneponto sehingga pihaknya banding, dan dari hasil bandingnya keluarlah surat keputusan (Kasasi) dari Mahkama Agung ( MA).

” Diduga tak terima putusan Pengadilan Negeri Jeneponto saat itu, sehingga penggugat melakukan banding, dari banding tersebut terbitlah surat (kasasi) putusan Mahkama Agung (MA) nomor 1999 K/Pdt/2018″ ungkap Asdar kepada media Online Kompas24jam.id.Kamis/20/Agustus/2020

Sekedar diketahui luas lahan yang diduga akan batal dieksekusi 273 (Dua ratus tujuh puluh tiga meter persegi) dan diatasnya lahan tersebut 9 unit rumah panggung milik keluarga Saharia (tergugat).

Laporan Jurnalis Jeneponto-Misbah Fadly Kr
Editor-KJ

Pos terkait