Ratusan Kader PPP Jeneponto Diberi Pendidikan Politik: Imam Taufiq Bohari, Wujudkan Demokrasi Yang Bermartabat

  • Whatsapp
Ketua DPC PPP Kabupaten Jeneponto H.Imam Taufiq Bohari saat melaksanakan pelatihan pendidikan politik tahap dua yang berlangsung dilingkungan Nasara, Kelurahan Bontorannu, Kecamatan Bangkala, Jeneponto, Sulawesi selatan.Kamis/24/September/2020.

Jeneponto-Kompas24jam.id-Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan(PPP) Kabupaten Jeneponto melaksanakan pelatihan pendidikan politik tahap dua yang berlangsung dilingkungan Nasara, Kelurahan Bontorannu, Kecamatan Bangkala, Jeneponto, Sulawesi selatan.Kamis/24/September/2020.

Pelatihan dengan tema membangun etika dan budaya politik untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menyongsong pesta demokrasi langsung

Bacaan Lainnya

Ratusan kader mulai dari tingkat pengurus pimpinan anak cabang (PAC) sampai pengurus tingkat ranting turut hadir sebagai peserta

Adapun sebagai pemateri dalam pelatihan itu yakni Ketua DPC PPP Jeneponto H.Imam Taufiq Bohari, Kesbangpol Sarbini Mattewakkang, Bawaslu Hamka, anggota dewan dari PPP, Kepala Kelurahan Bontorannu serta seluruh jajaran pengurus DPC, PAC dan ranting PPP se-Kecamatan Bangkala.

Dalam pemaparan materinya kepala Kesbangpol Kabupaten Jeneponto Sarbini Mattewakkang menyatakan sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh Partai PPP Jeneponto.

“Salah satu OPD pemerintah daerah melalu Kesbangpol sangat mengharapkan seluruh partai politik melakukan kegiatan pendidikan politik supaya masyarakat semakin memahami cara berpolitik yang benar dalam menghadapi setiap pesta demokrasi”harapnya

Sementara itu pimpinan Bawaslu Kabupaten Jeneponto Hamka Lau dalam uraian materinya menyorot perlunya masyarakat merubah pola pikir dalam berpolitik.

“Kita jangan memilih hanya karena pendekatan transaksional yang orientasinya untuk kepentingan sesaat.Masyarakat harus menilai kapasitas figur para kandidat karena jika perjuangan politiknya berhasil maka harapan dan bantuan yang akan diberikan kepada konstituennya jauh lebih besar nilainya dibandingkan nilai rupiah yang hanya dirasakan sesaat”ungkapnya.

Ditempat yang sama Ketua DPC PPP Kabupaten Jeneponto yang juga Wakil Ketua DPRD H.Imam Taufiq Bohari dalam sambutannya, menyampaikan penghargaan dan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang telah menyalurkan aspirasi politiknya kepada Partai PPP sehingga PPP tetap eksis sebagai partai politik yang berkiprah di lembaga legislatif baik di tingkat Kabupaten, Provinsi maupun di tingkat pusat.

“Mindset atau pola pikir masyarakat harus kita rubah dalam menghadapi kontestasi politik.Kearifan lokal yang ada di Butta Turatea mestinya harus mampu kita implementasikan dalam berpolitik, budaya sipakatau sipakalabbiri harus kita buktikan dalam setiap perhelatan demokrasi.Jangan hanya karena perbedaan pilihan hubungan kekeluargaan dan silaturahmi menjadi renggang bahkan terputus.”tegasnya

Menurutnya, prinsip Iyakana Iyarupagau mestinya harus diwujudkan baik oleh pemilih maupun oleh yang terpilih sebagai pemimpin, hal ini penting kita upayakan bersama dalam rangka mewujudkan demokrasi yang lebih bermartabat kita membutuhkan sinergitas dan keinginan bersama dalam upaya mewujudkan demokrasi yang mengedepankan etika dan budaya sehingga menghasilkan budaya yang lebih bermartabat.

“Maraknya pembicaraan pilkada di Kabupaten Jeneponto, tidak apa apa kita membicarakan Pilkada karena memang itu agenda politik yang akan kita hadapi.Namun, yang harus kita hindari adalah jangan sampai dengan pembicaraan Pilkada lalu hubungan dan persaudaraan kita menjadi terganggu, pekerjaan dan tugas kita masing masing menjadi terbengkalai dan dilupakan.Intinya mari kita secara bersama sama terus melakukan perbaikan kualitas demokrasi melalui pendidikan politik yang melibatkan seluruh stakeholder sehingga kualitas demokrasi kita menjadi lebih bermartabat dengan menghasilkan para pejabat politik yang mempunyai kapasitas dan integritas”singgungnya Ketua DPC PPP Kabupaten Jeneponto H.Imam Taufiq Bohari terkait Pilkada yang marak diperbincangkan.

Laporan Jurnalis Jeneponto-Misbah Fadly Kr
Editor-KJ



DPRD Jeneponto

Pos terkait