Rekayasa Laporan, Oknum Debt Collector Ditetapkan Tersangka

Jeneponto, Kompas24jam.id, Adanya beredar di media sosial terkait perampasan uang tunai di jalan penghubung Desa, Kelurahan Biringkassi, Kecamatan Tamalatea, polisi ungkap fakta-faktanya.

Masyarakat dibuat trauma dengan adanya pemberitaan yang akhir – akhir ini menjadi trending topik di media sosial terkhusus di wilayah Jeneponto.

Bacaan Lainnya

Baik itu, perampasan, pembegalan dijalan dan lainnya.

Salah satu korban dugaan dibegal Salaming Dg Riolo, yang saat itu sedang melintas di Kecamatan Tamalatea.

Usai kejadian korban pun melapor ke Polsek Tamalatea dan sempat viral.

Menurut korban saat menceritakan kronologi kejadiannya, ia menerangkan bahwa, dirinya pada saat itu sedang mengendarai sepeda motor dan tiba-tiba dihentikan oleh seseorang yang tidak dikenal.

Saat itu, menurut korban, terduga pelaku menggunakan masker dan jaket sweater untuk meminta tumpangan.

“Dihadang oleh terduga pelaku, untuk meminta tumpangan, dan pada saat di tengah jalan saya dipukul menggunakan batu sehingga helm tersebut pecah”ungkapnya didepan penyidik.

Namun, kami sempat berkelahi dan pelaku langsung membuka sadel motor dan mengambil uang sebanyak Rp. 49.730.000,- (empat puluh sembilan juta tujuh ratus tiga puluh ribu rupiah).

Korban pun melaporkan kejadian yang dialaminya,.

Setelah korban diambil keteranganya ( BAP) oleh penyidik, ada keganjalan terkait hasil keterangan korban yang diduga direkayasa.

Selanjutnya, polisi pun melakukan pendalaman terkait laporan korban.

Saat itu juga, Resmob Polres Jeneponto, Aiptu Razak bersama anggotanya mendatangi TKP yang dimaksud oleh korban.

Setelah dilakukan penyelidikan terungkap bahwa laporan tersebut hanyalah rekayasa pelapor dengan tujuan bahwa pinjamannya kepada bosnya yang mempekerjakan dianggap lunas

Koran yang diketahui seorang decb collector (tukang tagih).

Namun karena uang setoran digunakan untuk keperluan pribadi sedangkan pemilik uang tersebut sudah meminta sehingga membuat rekayasa seolah-olah uang itu dirampas oleh orang tidak dikenal (OTK).

Saat Kepolisian Polres Jeneponto menggelar Press rilis yang dipimpin langsung oleh, Wakapolres Kompol Idris, Kasat Reskrim AKP Supriadi Anwar, AKP Bakri dan para penyidik Polres.

Menurut Kasi Humas Polres Jeneponto, AKP Bakri usai konforensi Pers menuturkan bahwa, kini yang merasa dirinya korban perampokan ataupun perampasan uang tunai sudah diamankan, lantaran merekayasa kasus dan seolah- olah membodohi polisi.

“Akibat peristiwa tersebut saat ini Lel. Salaming Dg Riolo harus mempertanggung jawabkan perbuatannya dan dijerat dengan Pasal 220 KUHP”terangnya

“Barang siapa yang memberitahukan atau mengadukan bahwa ada terjadi sesuatu perbuatan yang dapat dihukum sedang ia tahu bahwa perbuatan itu sebenarnya tidak ada, dihukum penjara selama-lamanya satu tahun empat bulan”beber AKP Bakri

Laporan Jurnalis Jeneponto-Karsar

Editor- KJ

Pos terkait