Sebarkan Berita Hoaks di Medsos, IRT di Jeneponto Berurusan dengan Polisi

  • Whatsapp
Kepolisian Polsek Bangkala telah mengamankan RW (38), warga Tombo-tombolo, Desa Gunung Silanu, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi selatan sekira pukul 19:30 wita. Lantaran diduga menyebarkan berita palsu (hoax)

Jeneponto-Kompas24jam.id-Jajaran Polres Jeneponto melalui Polsek Bangkala telah mengamankan RW (38), warga Tombo-tombolo, Desa Gunung Silanu, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi selatan sekira pukul 19:30 wita.Senin/06/Juli/2020.

RW diduga melakukan penyebaran berita palsu (hoax) di media sosial Facebook.Dalam postingannya dia menulis perdagangan organ tubuh pasien yang meninggal.

Bacaan Lainnya

Dia menulis”Mengutungkan dong! Ya Allah kenapa Corona jadi alasan untuk perdagangan organ tubuh pasien yang meninggal, dan azab apa yang akan menimpa mereka beserta keluarganya KARENA menzalimi orang yang sudah wafat dan keluarganya.

Kapolsek Bangkala Iptu Bachtiar melalui rilisnya, membenarkan adanya penangkapan wanita asal Tombo-tombolo Desa Gunung Silanu Kecamatan Bangkala yang diduga melakukan penyebaran berita bohong melalui akun fecebook miliknya.

“Postingan tersebut diunggah pada hari minggu kemarin, tanggal 5 Juli 2020, sekira pukul 18.20 wita, di rumah miliknya dengan menggunakan henpon,” ungkap Kapolsek Bangkala

“Saat ini pelaku sudah diamankan di Polsek Bangkala serta dilakukan intrograsi,”katanya.

Saat pelaku diintrogasi, akun facebook atas nama Ratnawati adalah miliknya, dihadapan petugas, pelaku mengakui kesalahanya dan meminta maaf atas komentarnya di media sosial facebook melalui group surat suara turatea II serta ia berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatanya.

Terpisah Kapolres Jeneponto AKBP Ferdiansyah S.I.K menghimbau, agar masyarakat lebih bijak lagi dalam menerima informasi melalui media sosial (medsos).

“Saya imbau agar masyarakat lebih bijak dan hati-hati menggunakan media sosial (medsos) kiranya lebih bijak lagi dalam menerima informasi dari medsos,” imbaunya.

Menurut Kapolres, bagi penyebar informasi, wajib dikonfirmasi dan diverifikasi terlebih dahulu agar tidak menyebarkan berita bohong alias hoax.

“Sebelum memposting atau menyebarluaskan informasi wajib konfirmasi dan diverifikasi kepihak terkait demi menghindari berita bohong terhadap masyarakat,”terangnya

Kasus ini bisa jadi contoh para warganet khususnya yang ada di Kabupaten Jeneponto agar tidak terulang lagi.

Laporan Jurnalis Jeneponto-Misbah Fadly Kr
Editor-KJ

Pos terkait