Sopir Nakal Kencing Dijalan, Mahasiswa Fakultas Hukum Itu Melanggar UU No.22 tahun 2001

  • Whatsapp
, Seorang oknum sopir tangki dari perusahaan Elnusa Petrofin ketahuan kencing dijalan.Sekitar pukul 1.30 wita, Sabtu malam (14/Maret/2021) oknum sopir tersebut tiba di Desa Banrimanurung, Kecamatan Bangkala, Jeneponto, Sulawesi selatan.
4

Makassar-Kompas24jam.id, Seorang oknum sopir tangki dari perusahaan Elnusa Petrofin ketahuan kencing dijalan.

Diketahui sopir tangki inisial EGW dari arah makassar hendak melakukan pembongkaran BBM jenis solar di SPBU yang ada di Kabupaten Jeneponto.

Bacaan Lainnya

Sekitar pukul 1.30 wita, Sabtu malam (14/Maret/2021) oknum sopir tersebut tiba di Desa Banrimanurung, Kecamatan Bangkala, Jeneponto, Sulawesi selatan.

Saat mobil terparkir dipinggir jalan, oknum sopir tersebut membuka segel dan mengeluarkan solar dengan menggunakan selang ke jerigen sebelum melakukan pembongkaran di SPBU.

Menanggapi hal tersebut, Humas Elnusa Petrofin pusat, Putiarsa Wibowo saat dihubungi membenarkan bahwa mobil tangki yang dipakai oknum sopir tersebut naungan dari perusahaan EPN.

“Saya sudah sampaikan ketim di Makassar, mobil tangki tersebut memang dibawah pengelolaan kami, namun terkait dugaan pencurian BBM tentunya harus diinvestigasi lebih lanjut”tulisnya melalui pesan WhatsApp.Rabu (7-April/2021)

Ditanya tentang sanksi oknum sopir yang melakukan pelanggaran, pihaknya akan memberikan sanksi pemutusan hubungan kerja (PKH) jika terbukti melakukan tindakan yang melanggar aturan.

“Sanksi jika terbukti melakukan tindakan yang melanggar aturan perusahaan adalah pemutusan hubungan kerja (PHK)”tegas Humas Elnusa Petrofin pusat, Putiarsa Wibowo.

Salah satu Mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Universitas Sawerigading (Unsa) , Yudha Jaya mengatakan, bahwa ini sebuah pelanggaran tindak pidana karena telah melanggar hak-hak pelanggan (konsumen) dan ini sudah masuk dalam kategori transaksi ielegal

“Jika perbuatan ini terbukti maka layak dikenakan sanksi sesuai UU No.22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi, maka pihak perusahaan harus memberi sanksi tegas bagi oknum sopir yang transaksi BBM ilegal tersebut, apabila tidak, maka kami akan menyurati PT Pertamina Makassar”tegasnya.

Informasi yang dihimpun redaksi Kompas24jam.id, diketahui bahwa oknum sopir EGW melakukan pembongkaran BBM jenis solar yang diduga bekerjasama dengan pemilik rumah SD yang tak lain adalah orang tuanya sendiri yang juga seorang sopir tangki.(running)

Laporan Jurnalis Makassar-Redaksi
Editor-KJ

Pos terkait