Status di Media Sosial Berujung Petaka, Seorang Ibu Hamil Diamakan di Polsek Tamalatea Jeneponto

  • Whatsapp
Pelaku MR saat diperiksa di Polsek Tamalatea, Kecamatan Tamalatea, Jeneponto,Sulawesi selatan.Minggu/05/Juli/2020.

Jeneponto-Kompas24jam.id-Akibat posting di media sosial seorang ibu hamil di Jeneponto, Sulawesi selatan.Minggu/05/Juli/2020 diamankan polisi.

MR (27) warga congre, Kelurahan Bontotangga, Kecamatan Tamalate.Kini harus berurusan dengan polisi setelah memposting dimedia sosial (FB) terkait peti mati dibuka paksa oleh keluarga korban yang diduga terpapar covid-19.

Baca juga!

Kapolsek Tamalatea Iptu Hamka saat dihubungi via WhatsAppnya membenarkan adaanya seorang ibu rumah tangga (IRT) sementara diamankan di Polsek.

“Dia diduga pelaku penyebaran berita bohong (hoax) di facebook yang menyebabkan timbulnya keresahan di masyarakat.Dan sudah diperiksa serta diambil keterangannya”kata Kapolsek.

MR menuliskan diakun dinding facebook pribadinya “Injomi nikana corona, kadde corona intu na taba kabusumi corono yg mandiin jesanahnya Alm, polisi perawat di usir semua keluarga alm tdk terima di kubur begitu saja tanpa di mandikan karna beliau bukan hewan di kubur begitu saja,,,saat di mandikan jenasahnya penuh dengan pasir di tubuhnya apa itu yang namax di rawat?? tulisnya MR diakun facebook miliknya.

Postingan MR diakun facebook pribadinya.

“Saat ini pelaku sudah minta maaf dan mengakui perbuatanya, dan hanya wajib lapor lantaran bersangkutan dalam keadaan hamil” tulisnya Iptu Hamka melalu pesan WhatsApp

“Kami menghimbau kepada seluruh warga, khususnya di wilayah hukum Polsek Tamalatea tetap waspada dalam bertindak atau hanya sekedar pasang status, jangan sampai akibatnya fatal untuk anda.Berpikirlah sebelum berbuat,”imbuhnya.

Laporan Jurnalis Jeneponto-Misbah Fadly Kr
Editor-KJ

Pos terkait