Tak Ingin Dikritik Ketua DPRD Jeneponto Dicap Menghilang, Silahkan Mundur

  • Whatsapp

Laporan Jurnalis Jeneponto – Misbah Fadly Kr

Jeneponto – Kompas24jam.id – Baru dilantik Ketua DPRD Jeneponto Hj Salmawati Paris sudah dicap menghilang ataupun kabur saat ratusan mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa didepan kantor DPRD Jeneponto. Jumat, 27, September, 2019.

Bacaan Lainnya

Begini penjelasannya, sekitar jam 11 siang kami kedatangan tamu dari pondok pesantren sebanyak 50 murid bersama ustad dan ustazanya, namun karena masih rapat paripurna sampai pukul 12 siang maka audens dengan pengurus pondok molor ke jam 1:30 dan meninggalkan tempat kira kira jam 3 siang dirumah Jabatan Bupati Jeneponto

” Kami kedatangan tamu dari pondok pesantren sebanyak 50 murid bersama ustad dan ustazanya, sekira jam 11 siang namun, karena masih rapat paripurna sampai pukul 12 siang maka audens dengan pengurus pondok molor ke jam 1:30 dan meninggalkan tempat rumah Jabatan Bupati Jeneponto kira – kira jam 3 siang” tulisnya melalui pesan WhatsAappnya.

Ketua Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Jeneponto (HMI) Amrullah Serang menyanyangkan dan sangat kecewa, menurutnya seharusnya Ibu Ketua DPR yang terhormat menkonfirmasi sekaitan agendanya ketidak hadirannya menemui para pengunjuk rasa.

” Ketidak hadiranya Ibu Ketua DPR yang terhormat sekiranya menkonfirmasi sekaitan agendanya, sehingga kami tidak merasa kecewa dan saya kira acaranya selesai kira kira jam 3 sore, itu kan masih dimungkinkan untuk bisa hadir dan menemui para pengunjuk rasa karena pasti teman teman mahasiswa akan menunggu ketika beliau ada konfirmasinya” cetus Amrullah

“Kami ada di gedung DPR sampai jam 4 sore karena audiens dengan para anggota dewan yang hadir menemui para mahasiswa sekira jam 3 sore dan itu bertepatan dengan selesainya kegiatan Ibu Ketua DPR Jeneponto, malah menghilang.Beliau harus lebih bijak memaknai & memahami kritikan” kesal Ketua Himpunan Mahasiswa Islam Amrullah Serang

Informasi yang yang dihimpun Kompas24jam.id Ketua DPRD Jeneponto Hj Salmawati Paris tidak hadir dan menghilang saat ratusan mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa didepan Kantor DRPD Jeneponto alasannya dikarenakan kedatangan tamu dari pesantren Kabupaten Pangkep namun kenyataanya anaknya yang pulang kampung.

Pos terkait