Tak Terima Putusan Hakim, Sidang Pembunuhan Berakhir Ricuh di Jeneponto

  • Whatsapp

Laporan Jurnalis Jeneponto – Haris Lolo 

Jeneponto – Kompas24jam.id – Sidang putusan kasus pembunuhan di Pengadilan Negeri Jeneponto berakhir ricuh. Pihak keluarga tak puas dengan putusan majelis hakim yang dibacakan dan menjatuhkan hukuman hanya 9 tahun penjara terhadap terdakwa.

Bacaan Lainnya

Setelah mendegarkan putusan tersebut, keluarga korban menangis sembari berteriak – teriak di luar ruang sidang dan memegang batu sambil memasuki ruangan.

Masih tak puas, keluarga korban hendak melempar batu ke arah kantor PN untuk melampiaskan emosi mereka. Namun kepolisian Polres Jeneponto yang melakukan pengamanan cepat mengambil tindakan

Tak hanya itu, keluarga korban juga terus berteriak di halaman Pengadilan Negeri Jeneponto. Berbagai perkataan dilontarkan oleh para pihak keluarga korban, yang diaggap hakim Pengadilan dinilai tidak adil, karena pelaku dihukum ringan. Bukan hanya itu, pihak keluarga juga mengeluarkan perkataan kotor ke terdakwa.

Mereka menyebut putusan hakim jauh dari unsur keadilan. Suasana semakin memanas saat para keluarga korban menunggu (Karim) keluar dari ruang sidang. Melihat situasi semakin tak terkendali, aparat kepolisian berupaya melindungi terdakwa agar tak jadi sasaran amukan.

Kasubag humas Polres Jeneponto AKP Syahrul Regama membenarkan jika di PN Jeneponto telah berlangsung sidang vonis. “Iyye vonis mi terdakwa Karim Bin Batong 9 tahun penjara,” ujar Syahrul, kepada Kompas24jam.id., Selasa (17/3/2020).

Ia mengatakan, pihak keluarga korban pembunuhan hendak mau menyerang terdakwa namun berhubung dicegat anggota Polres yang melakukan pengamanan.

“Dicegat oleh Anggota Polres yang melakukan pengamanan, yang saat itu pihak keluarga korban hendak melempar batu ke arah kantor PN untuk melampiaskan emosinya karena tidak terima putusan PN,” ungkapnya.

Selain hendak menyerang terdakwa, keluarga korban juga hendak menyerang kantor pengadilan negeri. Namun usaha mereka digagalkan polisi.

“Terdakwa juga berhasil diamankan hingga di Rutan Klas II B Jeneponto,” pungkasnya.

Diketahui bahwa kasus pembunuhan itu terjadi pada Kamis (07/11/2019) tahun lalu di Desa Mangngepong, Kecamatan Turatea, Kabupaten Jeneponto.Yang menyebabkan (Jufri Dg Sewang) tewas ditikam oleh Karim Bin Batong (50), yang merupakan mertuanya sendiri.

Pos terkait