Tega, Seorang Ayah di Jeneponto Nekad Setubihi Anak Kandung Hingga Lima Kali

  • Whatsapp
Pelaku IC warga kampung Mangngaungi, Desa Langkura, Kecamatan Turatea, Kabupaten Jeneponto diamankan di Mapolres Jeneponto diduga cabuli anak kandungnya.

Jeneponto-Kompas24jam.id, Akibat pengaruh alkohol, seorang ayah di Jeneponto, Sulawesi selatan diduga mencabuli anak kandungnya sendiri.

Terbongkarnya dugaan cabul ini setelah korban melapor ke Polsek Kelara atas apa yang menimpah dirinya.

Bacaan Lainnya

Kronologis kejadian pencabulan, pada tahun 2017 lalu pelaku IC (38) usai komsumsi minuman ballo (tuak) pulang kerumah miliknya, saat itu korban yang tak lain anak kandungnya sendiri sementara nonto tv.

Untuk melancarkan perbuatan becatnya, pelaku menyuruh korban untuk mencarikan kutu dikepalanya, tanpa curiga korban pun memenuhi perintah ayahnya.

Kasubbag Humas Polres Jeneponto, AKP Syahrul Regama SH mengatakan, terbongkarnya dugaan pencabulan anak dibawah umur, setelah korban melapor ke pihak berwajib.

“Terjadinya dugaan pencabulan, saat itu pelaku pulang kerumahnya usai meneguk minuman ballo (tuak) dan melihat anaknya sedang nonton tv dan menyuruh korban agar mencarikan kutu dikepalanya, setelah itu perut AJ (15) pun disentuh oleh pelaku dan dia juga menyuruh korban agar celananya dibuka dan dibaringkannya dikursi ruang tamu”ungkapnya

Tak sampai disitu, pelaku usai membaringkan korban diatas kursi, mulai memasukkan alat vitalnya ke kelamin korban, karena korban merasa kesakitan sehingga pelaku hanya mengelus-eluskan hingga sperma pelaku keluar.

“Dari hasil keterangan korban, pelaku sudah melakukan aksinya sudah kurang lebih 5 kali dan terakhir kalinya dilakukan pada tanggal 4 oktober 2020 lalu”terang AKP Syahrul Regama

Terbongkarnya dugaan pencabulan saat korban mengadukan pelaku yang tak lain ayahnya sendiri ke Polsek Kelara, karena kejadian diwilayah hukum Polsek Binamu, sehingga pelaku diamankan di Polsek Binamu.Jumat/27/11/2020

“Pelaku IC adalah warga kampung Mangngaungi, Desa Langkura, Kecamatan Turatea, Kabupaten Jeneponto dan telah diamankan di Mapolres Jeneponto untuk proses lebih lanjut”tulis AKP Syharul melalui rilis

Adapun motif kejadian tersebut karena pelaku melampiaskan hawa nafsunya, dan sebelumnya korban juga di iming-imingi handphone hinga terjadi dugaan pencabulan.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya, pelaku dikenakan Pasal 81 Ayat 1.2 dan 3 UU Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

Laporan Jurnalis Jeneponto-Misbah Fadly Kr
Editor-KJ

Pos terkait