Unjuk Rasa Mahasiswa HPMT Jeneponto, Copot Direktur Dan Bendahara RSUD

  • Whatsapp

Laporan  Jurnalis  Jeneponto – Karma

Jeneponto- Kompas24jam.id – Tak pernah habis permasalahan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lanto Daeng Pasewang, dianggap buruk dan tidak memuaskan bagi masyarakat.

Bacaan Lainnya

Untuk itu, Himpunan Pelajar Mahasiswa Turatea (HPMT) menyeruduk kantor Bupati Jeneponto. Tuntutan mereka mendesak Direktur dan Bendahara RSUD Lanto Daeng Pasewang mundur dari jabatannya.

Ketua HPMT Jeneponto, Herdiawan DT meminta Direktur Rumah Sakit Iswan Sanabi dan Bendahara Rumah Sakit Kaharuddin agar mundur dari jabatannya lantaran dianggap tidak mampu menjalankan tugasnya. Selain itu, banyak permasalahan yang belum dapat diselesaikan selama keduanya memimpin rumah sakit.

Di depan Mahasiswa Himpunan Pelajar Mahasiswa Turatea (HPMT), Bupati Jeneponto Iksan Iskandar merespon positif aksi para Mahasiswa karena itu dianggap bentuk kepedulian memperhatikan kinerja pejabat sorta perhatian terhadap Daerahnya.

“Mengenai tuntutan HPMT untuk mencopot Direktur dan Bendahara RSUD, ada aturan baru yang tidak bisa melakukan mutasi selama tidak cukup 6 bulan setelah pelantikan. Sesudah 6 bulan akan dipertimbangkan tapi tidak begitu saja dicopot, tergantung pelanggarannya. Kepada Sekda, kalau tidak bisa dibina, kita minta rekomendasi Baperjakat,” tegas Iksan.

Sedangkan, Sekda Jeneponto Syafruddin Nurdin mengatakan, pengelolaan manajemen di rumah sakit tidak sesuai kasplong. Artinya, penerimaan tidak sesuai pengeluaran.

“Sumber kasplongnya rumah sakit ada pada BPJS tahun lalu masih bulan 10, 11, 12, baru bulan 8, 9 sudah dibayarkan.
Dengan uang yang tidak ada menghadirkan logistik rumah sakit. Inilah terkesan rumah sakit tidak memberikan pelayanan maksimal, obat-obatan habis, oksigen tidak ada. Kalau Dinas Kesehatan seputar kontrol saja kepada rumah sakit karena pengelolaannya beda,” jelasnya.

Didesak Bupati Iksan Iskandar untuk menjawab pertanyaan Mahasiswa, Direktur RSUD Lanto Daeng Pasewang Jeneponto, Iswan Sanabi mengaku tidak mengetahui persis anggaran BPJS Jeneponto.

“Saya tidak tahu persisnya karaeng. Mungkin 250 sampai 350 juta karaeng. Tambahan DAK 620 juta karaeng tapi tidak diperuntukkan house training dan pelatihan-pelatihan. Tidak semua petunjuk BPJS sama karaeng tiap daerah,” terangnya.

Aksi HPMT ini sempat menutup akses Jalan Lanto Daeng Pasewang di depan Kantor Bupati Jeneponto. sehingga membuat macet jalan untuk beberapa saat. Aksi dikawal ketak pihak Polres Jeneponto, Kodim 1425, dan Sat Pol PP.

Pos terkait