Unras Nyaris Ricuh, Oknum Kejaksaan Jeneponto Dianggap Arogan

  • Whatsapp

Jeneponto-Kompas24jam.id, Puluhan aktivis mengatasnamakan Forum Pemuda dan Mahasiswa kabupaten Jeneponto, Sulawesi selatan unjuk rasa dihalaman kantor Kejari dan nyaris ricuh.Jumat (26/11//2021)

Para demontrans melakukan aksi unjuk rasa terkait bantuan Dinas Pertanian Jeneponto tahun anggaran 2016-2017 berupa combine (mesin pemotong padi).

Bacaan Lainnya

Menurut Dayat, bantuan mesin pemotong dari Dinas Pertanian Jeneponto untuk kelompok tani maero jaya, desa maero, kecamatan bontoramba.

“Menyampaikan kepada pihak kejaksaan negeri kabupaten Jeneponto bahwa bantuan tersebut telah terindikasi dijual oleh oknum ketua Gafoktan yang juga sekertatis desa Maero saat itu”katanya

Ia menjelaskan bukan saja bantuan dari Dinas Pertanian yang diduga diperjual belikan, namun terindikasi juga dana covid-19 tahun 2021 diselewengkan oleh oknum Kades.

“Kami mencurigai bahwa bapak kepala Desa Maero inisial AMAB kami duga selewengkan dana covid-19 karena hingga kini belum terlihat pembangunan posko padahal anggaran yang mencapai puluhan juta”terang Dayat nama sapaannya.

Hal ini menunjukkan, lanjut Dayat bahwa Kepala Desa Maero kami menilai telah gagal untuk mewujudkan undang-undang nomor 6 tahun 2014 tentang desa.

“Meminta kepada Kejaksaan Jeneponto untuk memeriksa anggaran dana desa Maero tahun 2021″harapnya

Jendral lapangan, Yusditira menambahkan, ironisnya lagi saat orasi dihalaman kantor Kejaksaan Jeneponto, tiba-tiba datang oknum pihak Kejaksaan Negeri meneriaki kami kayak maling, tindakan yang memalukan dipertontonkan dimuka umum.

“Kami anggap oknum pihak Kejaksaan arogan karena kami diteriaki kaya maling, tindakan yang sangat memalukan”kesalnya.

Adapun tuntutan para demontrans agar.Kejaksaan Negeri Jeneponto untuk mengaudit dana Desa Maero tahun 2020-2021, mempercepat penanganan indikasi korupsi rumah gepeng Desa Garassikang.

Apabila tuntutan para demontrans tak di indahkan, mereka akan kembali melakukan aksi maraton.

 

Laporan Jurnalis Jeneponto- Redaksi

Editor-KJ

Pos terkait