Vonis Bebas, Terdakwa AA Tanggapi Aksi GAM Dikantor Kejari Jeneponto

  • Whatsapp
Salah satu terdakwa yang mendapatkan vonis bebas, Arnas Aidil menanggapi aksi yang dilakukan Gerakan Aktivis Mahasiswa ( GAM) didepan kantor Kejaksaan Negeri Jeneponto pada tanggal.Kamis 29/07/2021 lalu

Jeneponto-Kompas24jam.id, Terkait aksi yang dilakukan Gerakan Aktivis Mahasiswa ( GAM) didepan kantor Kejaksaan Negeri Jeneponto pada tanggal.Kamis 29/07/2021 lalu mendapat tanggapan oleh salah satu terdakwa vonis bebas dugaan kasus korupsi jembatan bosalia.

Dimana saat itu, Jendral lapangan Nurul Imam Rahman dalam aksi unjukrasanya mengatakan, mendukung langkah Kejari Jeneponto yang telah melakukan pengajuan kasasi ke Kejaksaan Agung Republik Indonesia terhadap kelima terdakwa yang divonis bebas.

Bacaan Lainnya

“Kami mendukung langkah Kejari Jeneponto yang telah melakukan kasasi ke Kejaksaan Agung, tapi ingat Kejari Jeneponto harus serius, jangan sampai itu hanya formalitas saja”.kata Nurul Imam Rahman, saat melakukan aksi unjukrasa di depan kantor Kejari Jeneponto

Menurut salah satu terdakwa yang mendapatkan vonis bebas, Arnas Aidil mengungkapkan pendapat itu harus berdasarkan fakta-fakta yang terjadi di persidangan, saudara Nurul Imam ini dia tidak pernah membaca surat dakwaan terus tidak mengetahui fakta yang terungkap di persidangan maupun keterangan saksi atau ahli.

“Pernyataannya adinda Nurul Imam ini dia selalu berpendapat terdakwa itu harus di dihukum kalau di sidang, itukan sesuatu kesalahan dan kurang pengetahuannya dan kemungkinan tidak pernah membaca tuh aturan hukum walau hanya memiliki keberanian mengeluarkan pendapat’katanya

Ia menambahkan, hukum memang harus ditegakkan walaupun langit akan runtuh dan saya sebagai terdakwa yang tidak terbukti bersalah harus lah dibebaskan atau diputus bebas.

“Dimana pasal 191 ayat 1 KUHAP dan pasal 191 ayat jika pengadilan berpendapat bahwa perbuatan yang didakwakan kepada saya sebagai terdakwa terbukti tetapi perbuatan itu tidak merupakan suatu tindak pidana maka terdakwa diputus lepas dari segala tuntutan”urainya.

Mengenai adanya kenapa jembatan itu tidak selesai sebenarnya ada dua tahap pekerjaan, pertama ditahun 2016 hanya pekerjaan jalan masuknya dengan pondasinya nanti di tahun 2017 itu dianggarkan 8 miliar namun di dalam proses pelelangan tidak ada rekanan yang mendaftar lalu dananya yang 8 bulan itu kembali lagi ke kementerian keuangan yang bersumber dana DAK

“Persepsinya opininya teman-teman di luar itu tidak selesai dikerjakan seperti yang dikemukakan oleh jenderal lapangan gerakan aktivis mahasiswa (GAM) saat melakukan aksi unjuk rasa beberapa minggu yang lalu” terang Arnas Aidil

Kita salah satu korban dari kasus-kasus dipaksakan berdasarkan berkas perkara yang diterima, karena persidangan lebih duluan dan ditetapkan tersangka tanggal 19 Agustus kemudian hasil audit BPKP itu nanti 2 bulan tanggal 22 atau 30 September

“Keterangan saksi ahli sekitar bulan September artinya, kami dituduh mencuri tapi belum tahu apa yang dicuri”bebernya saat ditemui dikediamanya. Jumat ( 13/Agustus/2021)

Laporan Jurnalis Jeneponto-MS
Editor-KJ

Pos terkait