Waspada Dengan Mandala, Warga Ngamuk, BPKBnya Digadaikan Diam Diam Oknum Karyawannya

  • Whatsapp

Laporan Jurnalis Jeneponto – Misbah Fadly Kr

Jeneponto – Kompas24jam.id – Seorang warga meluapkan kekesalannya dengan mengamuk di kantor pembiayaan Mandala Jeneponto karena merasa ditipu salah seorang oknum karyawan di kantor tersebut. Karena kesal warga yang diketahui bernama Wahyudi itu pun mengamuk

Baca juga!

Wahyudi menyambangi kantor Mandala Jeneponto, Selasa, (10/12/19), ia datang berencana untuk mengambil Buku Kepemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB) kendaraannya yang ada di perusahaan pembiayaan itu.

“Kami merasa kesal dengan Mandala, soalnya kami tidak pernah melakukan pinjaman atau kredit di tempat ini, kenapa Mandala Jeneponto menahan BPKB saya, padahal keluarga saya membeli motor setahun yang lalu di Dealer Yamaha dengan cara cash, setelah saya cek ternyata karyawan Mandala mengambil BPKB keluarga kami dari dealer Yamaha dan menjaminkannya untuk mengambil uang tanpa sepengetahuan kami,”ujarnya.

Yang membuat Wahyudi marah dan mengamuk karena telah beberapa kali dijanji oleh karyawan Mandala Jeneponto untuk secepatnya mengembalikan BPKB tersebut, namun saat janji tersebut tiba, BPKB belum juga diserahkan.

Wahyudi menceritakan, bulan Oktober tahun 2018 lalu keluarganya membeli motor jenis metic di Dealer Yamaha di Jalan Pahlawan Kelurahan Empoang, Kecamatan Binamu secara cash dan disuruh menunggu beberapa hari untuk pengambilan BPKB.

Kejadian menjaminkan BPKB diam diam oleh Karyawan Mandala itu diketahui saat korban hendak mengambil BPKB nya di Dealer Yamaha namun karyawan Yamaha mengarahkan korban ke Mandala Jeneponto karena BPKB nya kini telah berada di kantor Mandala. Setelah dipertanyakan di Mandala, korban merasa kaget lantaran BPKB kendaraannya telah dijaminkan oleh oknum karyawan Mandala Jeneponto dengan menggunakan KTP atas nama orang lain yang sama sekali tidak dikenalnya.

“Saya akan mengadukan ini ke polisi, dan meminta pertanggungjawaban, kenapa BPKB motor itu ditahan pihak Mandala, padahal kami sebagai pemilik tidak pernah melakukan akad kredit, kami hanya menuntut barang barang kami untuk dikembalikan,” tandanya.

Mengetahui kericuhan itu, sejumlah personil Polres Jeneponto mendatangi lokasi dan meminta menyampaikan letak persoalannya.

Saat ditanya wartawan mengenai permasalahan tersebut, salah seorang polisi menuturkan jika pihaknya juga telah beberapa kali mendapat keluhan warga terkait sepak terjang oknum karyawan Mandala Jeneponto yang mengambil BPKB kendaraan dari Dealer untuk digadaikannya tanpa sepengetahuan pemilik.

“Banyak sekali keluhan warga akibat ulah karyawan Mandala Jeneponto, bukan hanya bapak ini yang mengalami bahkan ada juga keluarga polisi yang menjadi korbannya, menjaminkan BPKB orang lain secara diam diam lalu uangnya dinikmati sendiri oleh oknum karyawan Mandala,”ungkap salah satu polisi yang tiba dilokasi kejadian.

Pos terkait