MAKASSAR- FLORES-KOMPAS24JAM.ID, Belantara samudra yang luas dan perjalanan panjang yang membelah lautan tak sanggup mendinginkan bara semangat kemanusiaan. Sebanyak 15 relawan Garda Flobamora Sulawesi Selatan bersama Forum Maumere Bersatu (Formab) Makassar justru menyalakan api kepedulian yang menghangatkan hati, saat kapal KM Lambelu yang mereka tumpangi membelah ombak menuju Flores, Nusa Tenggara Timur — tanah kelahiran yang baru saja diguncang gempa dahsyat.
Di tengah deru mesin dan hamparan air yang tak bertepi, tercipta pemandangan yang mengharukan. Tanpa panggung mewah, namun bermodalkan hati yang tulus, para relawan dan musisi dari komunitas Flobamora All Talent menggelar konser amal spontan. Niatnya suci: mengumpulkan harapan dan bantuan tambahan bagi saudara-saudara di Flores yang sedang berduka.
Suara nada dan lirik mengalun menyatu dengan deburan ombak. Lagu-lagu daerah yang akrab di hati serta nada-nada populer dibawakan dengan perasaan mendalam oleh para musisi yang turut mengabdikan diri: Marius Mide Juang, Tommy Pandi, Yohanes Babo, Billy Asbar, dan Tyas Pandi. Lebih dari sekadar hiburan, nyanyian ini menjadi jembatan rasa yang mengajak seluruh penumpang menumpahkan simpati dan keikhlasan berbagi.
Suasana di atas kapal berubah menjadi hangat dan penuh getaran emosi. Penumpang yang awalnya terpisah kini bersatu dalam irama; ikut bernyanyi, terhanyut dalam haru, dan tanpa ragu mengulurkan tangan menyumbangkan harta mereka demi meringankan beban sesama. Momen ini membuktikan bahwa di manapun berada, persaudaraan tetap hidup dan berdenyut kuat.
Ketua Panitia Posko Peduli Flobamora Gempa Flores, Adrianus Tarore, menyampaikan rasa syukur yang mendalam sekaligus apresiasi kepada pihak manajemen KM Lambelu yang telah membuka ruang bagi pergerakan kemanusiaan ini.
“Terima kasih sebesar-besarnya kepada Manajemen KM Lambelu yang telah memberi tempat dan kepercayaan kepada kami, terlebih Flobamora All Talent, untuk berbagi dan menggalang dana di tengah perjalanan ini. Langkah ini sangat bernilai dan menjadi penyokong keberhasilan misi mulia kami,” ujar Adrianus dengan nada terharu.
Hal senada disampaikan oleh Marius Mide Juang, Ketua Garda Flobamora Sulsel sekaligus Ketua Pengarah Panitia Posko. Baginya, peristiwa di atas kapal adalah bukti nyata bahwa kasih sayang tidak mengenal batas ruang dan waktu, bahkan di tengah luasnya samudra sekalipun.
“Ini membuktikan bahwa kepedulian dapat tumbuh dan diwujudkan di mana saja, bahkan di tengah perjalanan jauh di atas laut. Terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh kru kapal dan penumpang yang telah meluangkan hati untuk berbagi bersama kami,” tegasnya.
Banyak penumpang yang mengaku terenyuh hingga berkaca-kaca menyaksikan keteguhan hati para relawan. Kebahagiaan bercampur haru menyelimuti hati mereka yang berkesempatan berbagi momen berharga dengan musisi kebanggaan komunitas Flobamora.
Konser sederhana namun megah dalam makna ini menjadi bukti bahwa semangat solidaritas warga Diaspora NTT tak akan pernah padam meski diterjang angin dan ombak. Dana yang terkumpul dari alunan nada dan keikhlasan itu akan disatukan dengan bantuan utama, lalu disalurkan langsung ke sejumlah kabupaten di Flores — membawa harapan nyata dari panggung kecil di tengah lautan bagi mereka yang sedang tertimpa musibah.








