JENEPONTO-KOMPAS24JAM.ID, Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di lingkungan Polres Jeneponto berlangsung penuh nuansa religius dan kebersamaan.
Momentum istimewa ini juga dijadikan kesempatan untuk berbagi kasih kepada para tahanan yang berada di Mapolres Jeneponto.
Salah satu kegiatan yang menyentuh hati adalah pembagian Bakul Maulid dari Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Jeneponto, tampil megah, indah dihias, dan sarat makna kebersamaan.
Bakul tersebut berisi aneka hidangan khas daerah: songkolo, puluhan botol sarabba, serta beragam buah segar seperti nanas, apel, dan jeruk.Dilengkapi pula dengan wafer, camilan, dan makanan ringan lainnya, sehingga tampak meriah sekaligus menggambarkan semangat berbagi di peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Kegiatan berbagi ini diwakili oleh Ny. Mutmainnah Syam, KBO Satreskrim Polres Jeneponto, didampingi Ibu Kaur Mintu dan Ibu Kanit Tipikor Polres Jeneponto.
Bakul Maulid kemudian diserahkan dan dibagikan langsung kepada para tahanan. Pembagian ini bukan sekadar pemberian makanan, melainkan wujud nyata kepedulian dan perhatian, serta menghadirkan suasana yang berbeda bagi para tahanan di hari yang penuh berkah ini.
“Momentum Maulid Nabi ini bukan hanya tentang perayaan, tetapi bagaimana kita menumbuhkan kepedulian dan berbagi kepada sesama, termasuk saudara-saudara kita yang sedang menjalani proses hukum,” ujar Ny.Mutmainnah Syam.
Ia menegaskan, status sebagai tahanan tidak pernah menghilangkan hak setiap orang untuk diperlakukan dengan hormat dan manusiawi.
“Kami berharap kegiatan ini dapat memberi sedikit kebahagiaan sekaligus menjadi pengingat agar kita semua senantiasa meneladani akhlak Rasulullah SAW, terutama dalam hal kepedulian, kasih sayang, dan keikhlasan berbagi,” tambahnya.
Suasana di lingkungan Polres Jeneponto terasa begitu hangat.Tradisi bakul Maulid yang sarat nilai budaya dipadukan dengan kepedulian sosial, menjadikan peringatan Maulid Nabi bukan sekadar seremonial, melainkan menghadirkan pesan kemanusiaan yang tulus, bahwa kasih sayang Nabi melingkupi kita semua, tanpa terkecuali.








