Tinggal Berdua Dibawah Kolom Rumah Warga, Ibu Halima dan Cucu Dibuang Keluarga, Menanti Uluran Tangan Kita

JENEPONTO-KOMPAS24JAM.ID, Di sebuah sudut yang sunyi, di bawah kolom bangunan orang lain, sepasang jiwa yang lemah duduk menanggung nasib yang pahit.

Ibu Halima, lansia yang renta, kini hanya hidup berdua bersama cucunya, terlantar, diabaikan, bahkan dibuang oleh keluarganya sendiri.

Mereka berada di Dusun Bungung Bangkala, Desa Batujala, Kecamatan Bontoramba, Kabupaten Jeneponto.

Tak ada rumah yang layak, tak ada dinding yang melindungi.Hanya celah sempit di bawah bangunan orang lain yang menjadi tempat berteduh mereka, siang maupun malam.Atapnya bukan milik mereka, lantainya pun tanah yang tak rata.

Ibu Halima tampak renta, rambut memutih, wajah penuh kerutan yang bukan sekadar usia, melainkan beban hidup yang tak kunjung usai. Di sampingnya, cucunya, anak yang seharusnya bermain dan belajar, justru ikut menanggung kesusahan bersama neneknya.Tak ada kasih sayang keluarga yang mendekap, tak ada makanan yang cukup di meja.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, Ibu Halima telah ditinggalkan bahkan dibuang oleh keluarganya sendiri.Tak ada yang merawat kesehatannya, tak ada yang memastikan perut mereka terisi.Kondisi fisik Ibu Halima semakin memprihatinkan, tubuhnya butuh pemeriksaan kesehatan, sementara perut mereka membutuhkan makanan yang layak.

“Semoga banyak orang dermawan yang bersedia berbagi rezekinya untuk beliau,” demikian harapan warga yang menyaksikan nasib mereka dengan hati yang perih.

Yang mereka butuhkan sederhana namun berharga: pemeriksaan kesehatan untuk Ibu Halima, bantuan sembako agar tak kelaparan, dan tempat berteduh yang sedikit lebih layak.Bukan untuk hidup mewah, sekadar untuk bertahan hidup dengan sedikit kemanusiaan.

Nasib Ibu Halima dan cucunya bukan sekadar kisah sedih, ini adalah panggilan hati. Siapa pun yang mampu, mari berbagi.Tangan yang memberi tak akan pernah miskin.Sedikit dari kita, sangat berarti bagi mereka yang hampir tak punya apa-apa.

Semoga kebaikan yang kita kirimkan menjadi cahaya yang menerangi tempat gelap tempat mereka tinggal.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *