JENEPONTO-KOMPAS24JAM.ID, Sejumlah fasilitas kesehatan di Jeneponto dilaporkan mengalami kelangkaan vaksin tetanus selama berbulan-bulan. Kondisi ini membuat tenaga medis kesulitan menangani pasien dengan luka tusuk paku, luka robek, atau luka kotor yang berisiko tinggi terkena infeksi tetanus.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, vaksin tetanus sulit ditemukan baik di rumah sakit maupun di puskesmas setempat.Ketika ada pasien datang dengan luka berisiko, tenaga medis harus berpikir dua kali obat apa yang sebaiknya diberikan, karena vaksin yang seharusnya menjadi langkah pencegahan utama tidak tersedia.
“Kalau ada pasien luka tusuk paku atau luka robek kotor, kita harus waspada tetanus.Tapi kalau vaksinnya tidak ada, kita jadi bingung harus berbuat apa,” ujar salah satu tenaga medis di Jeneponto.
Kejadian ini telah berlangsung berbulan-bulan. Masyarakat pun diimbau untuk lebih berhati-hati, terutama ketika bekerja di lingkungan yang berbahaya seperti lokasi konstruksi, kebun, atau area dengan banyak barang tajam dan berkarat.Jika mengalami luka tusuk paku atau luka robek, segera bersihkan luka dengan air mengalir dan sabun, lalu cari pertolongan medis secepatnya.
Kepala Dinas Kesehatan Jeneponto, Dr. Hj.Syusanty A.Mansyur, menanggapi dan memahami keluhan masyarakat terkait belum tersedianya vaksin Tetanus Toksoid (TT) di sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan.Hal ini dinyatakan sebagai perhatian serius pihaknya.
Ketersediaan vaksin di puskesmas maupun rumah sakit mengikuti perencanaan kebutuhan berdasarkan sasaran dan program imunisasi.Saat ini, vaksin yang ada terutama dialokasikan untuk kelompok prioritas, termasuk ibu hamil.Namun, warga yang membutuhkan vaksin TT/Td karena luka atau kondisi tertentu tetap berhak mendapatkan pelayanan.
“Bukan berarti tidak dilayani.Warga akan diperiksa lebih dulu oleh tenaga kesehatan untuk menentukan jenis penanganan yang tepat,” tegasnya.
Pihaknya menegaskan, warga tidak boleh hanya dijawab “vaksinnya tidak ada” tanpa tindak lanjut.Jika stok di satu tempat kosong, petugas wajib berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan atau mengecek ketersediaan di fasilitas kesehatan lain.
Dinas Kesehatan juga akan turun langsung memeriksa stok vaksin di seluruh puskesmas dan rumah sakit, mengevaluasi kebutuhan, serta mengupayakan pemenuhan apabila terjadi kekurangan.Seluruh petugas diinstruksikan memberikan penjelasan yang jelas kepada warga, bukan sekadar menolak.
“Keselamatan masyarakat adalah prioritas.Pelayanan tetap harus diberikan sesuai kebutuhan medis dan aturan yang berlaku,” pungkas Dr.Hj Syusanty








