JENEPONTO-KOMPAS24JAM.ID, Kehadiran kepolisian tak selalu berarti memproses ke jalur hukum.Terkadang, kehadiran yang paling berarti adalah saat ia mampu merajut kembali hubungan yang sempat putus. Seperti yang terjadi di Ruang SPKT Polres Jeneponto, Kamis (08/10/2026) pukul 16.00 WITA, dua sahabat yang sempat terasing karena masalah uang, akhirnya kembali bersalaman.
Persoalan bermula ketika N mengajak sahabat dekatnya, L, untuk berinvestasi online sebesar Rp 9 juta, dengan janji keuntungan mencapai Rp 27 juta.Namun janji manis itu tak kunjung terealisasi. Uang sudah diserahkan, keuntungan tak kunjung cair, dan keraguan perlahan berubah menjadi kekecewaan yang dalam.Perselisihan tak terelakkan, hingga persoalan pun dibawa ke meja hijau.
Mendapat laporan tersebut, Pamapta 1 Polres Jeneponto, IPDA Solihin Malik, .SH., tidak terburu-buru memproses secara hukum. Justru, beliau membuka ruang dialog, mendengarkan keluh kesah masing-masing, dan mengingatkan bahwa di atas segalanya, persahabatan mereka jauh lebih berharga daripada uang.
“Polri hadir bukan hanya untuk menegakkan hukum, tapi juga menjaga silaturahmi. Mereka ini sahabat lama. Kalau sudah terlanjur masuk jalur hukum, siapa yang rugi? Keduanya.Maka kami pertemukan, kami dengar, dan kami cari jalan terbaik,” ujar IPDA Solihin Malik dengan tulus.
Suasana perlahan mencair.N menyadari tanggung jawabnya, dan berkomitmen mengembalikan seluruh dana milik L secara penuh.Di sisi lain, L pun membuka hatinya untuk memaafkan. Keduanya membuat surat pernyataan bersama, bukan sebagai pengakuan bersalah, melainkan sebagai janji untuk kembali saling percaya.
“Kami saling memaafkan.Terima kasih kepada Bapak Polisi yang tidak langsung memisahkan kami, tapi justru menyatukan kami kembali,” ungkap keduanya usai menandatangani kesepakatan.
Sementara itu, Kasat SPKT Polres Jeneponto, IPTU Bakri, S.H., menegaskan bahwa pendekatan restoratif ini adalah wujud nyata kehadiran Polri yang humanis.
“Restorative Justice berarti menyelesaikan masalah dengan hati.Jika bisa didamaikan, mengapa harus berlawanan? Kami hadir untuk menjaga kedamaian masyarakat, bukan menambah perpecahan,” tegas IPTU Bakri.
Melalui momen ini, pihak kepolisian juga mengingatkan seluruh masyarakat agar senantiasa waspada terhadap tawaran investasi yang menjanjikan keuntungan tidak masuk akal, terlebih yang bermunculan di media sosial.Jika terdengar terlalu indah untuk menjadi kenyataan, kemungkinan besar itu memang tidak nyata.
Mediasi ditutup dengan jabat tangan yang hangat.Dua sahabat yang sempat terpisah oleh masalah uang, kini berdiri berdampingan lagi, berkat kesabaran dan kebijaksanaan kepolisian yang hadir bukan sebagai penguasa, melainkan sebagai penengah yang bijaksana.








