Telan Anggaran Ratusan Juta, Proyek di Desa Sapanang Diduga Siluman

Jeneponto-Kompas24jam.id, Proyek rehabilitasi sumur jaringan irigasi air tanah di Desa Sapanang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, menuai sorotan.

Pasalnya, kegiatan yang sudah mulai dikerjakan tersebut diduga tidak transparan karena tidak ditemukan papan proyek di lokasi.

Kepala Desa Sapanang, Lukman Na’ga saat dimintai tanggapan, menegaskan pihaknya tidak pernah menerima pemberitahuan resmi terkait adanya proyek tersebut.

“Sebagai kepala desa, saya sama sekali tidak pernah diberitahu mengenai pelaksanaan proyek ini.Tiba-tiba sudah berjalan, tanpa papan informasi, tanpa koordinasi dengan pemerintah desa dan tidak menghargai kami sebagai penyelenggara pemerintahan di wilayah,”tegas Kepala Desa Sapanang.

Padahal, berdasarkan data yang diperoleh, kegiatan ini merupakan program Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang

Proyek dengan nilai anggaran sebesar Rp560 juta dari APBN murni tahun 2025 itu seharusnya mencantumkan papan proyek sebagai bentuk transparansi publik.

Ruang lingkup pekerjaan meliputi pembangunan rumah pompa, pemasangan panel surya (solar cell), pompa submersible, dan jaringan listrik PLN.

Pelaksanaan dijadwalkan berlangsung Juni hingga November 2025 dengan sistem swakelola oleh Satuan Kerja (SNVT) Air Tanah dan Air Baku.

Kepala desa menambahkan, pihaknya akan menyampaikan persoalan ini kepada instansi terkait agar proyek tersebut bisa diawasi lebih ketat.

“Kami tidak melarang adanya pembangunan, tapi tolong jalankan sesuai aturan, transparan, dan terbuka kepada masyarakat, kalau begini, dinilai sebagai proyek siluman”ucap Lukman

Pelaksana pekerjaan, Bachtiar Mamonto menyampaikan bahwa, sebelumnya kami dari pihak pekerja melalui teman sudah menyampaikan ke pemerintah desa.

“Melalui teman iye, sudah menyampaikan pemberitahuan bahwa akan ada Proyek rehabilitasi sumur jaringan irigasi air tanah, kami juga dari pihak pelaksana meminta maaf dan akan berkoordinasi kembali dengan pemerintah desa”katanya

Hingga kini pekerjaan proyek rehabilitasi sumur jaringan irigasi air tanah mulai dikerjakan dengan pembangunan pondasi.

Laporan_Redaksi
Editor_KJ

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *