Dapur Milik Oknum Dewan Tak Beroperasi Diduga Kekurangan Dana, Ratusan Siswa di Batang Jeneponto Tanpa Makan Siang

JENEPONTO-KOMPAS24JAM.ID, Ratusan siswa di wilayah Kecamatan Batang, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, kini telah dua minggu berturut-turut tidak menerima jatah makan siang.Hal ini terjadi setelah dapur sekolah yang menyediakan layanan makan siang bagi para siswa mendadak berhenti beroperasi tanpa penjelasan yang memuaskan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media, dapur tersebut diketahui dimiliki oleh seorang oknum dewan.Sejak awal pekan lalu, pintu dapur ditutup dan tidak ada aktivitas memasak sama sekali.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun di lapangan, berhentinya operasional dapur tersebut dikarenakan tidak tersedianya dana untuk pengadaan bahan makanan dan operasional harian.Namun, hingga saat ini belum ada kejelasan resmi mengenai alasan rinci penghentian maupun kepastian kapan layanan akan kembali dibuka.

Akibat penghentian tersebut, ratusan siswa yang sebelumnya rutin menerima asupan makan siang di sekolah kini harus berjuang sendiri. Sebagian terpaksa menahan lapar hingga pulang sekolah, sementara sebagian lainnya harus dibekali bekal dari rumah — yang secara tidak langsung menambah beban pengeluaran orang tua murid.

“Setiap hari anak kami bercerita belum makan siang karena dapurnya tutup.Kami berharap ada pihak yang segera menindaklanjuti.Anak-anak tidak boleh menjadi korban dari ketidakjelasan ini,” ungkap salah seorang orang tua murid, Selasa (13/10/2026).

Terhentinya penyediaan makan siang ini dikhawatirkan berdampak tidak hanya pada kenyamanan siswa, tetapi juga pada pemenuhan asupan gizi yang sangat dibutuhkan selama jam belajar.Kurangnya asupan makanan pun berpotensi menurunkan konsentrasi dan semangat belajar para siswa di sekolah.

Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait belum memberikan pernyataan resmi terkait permasalahan tersebut.

Meski media Kompas24jam.id sudah berusaha konfirmasi baik itu melalui telepon dan WA namun tak ada respon dari pihak SPPG dan Oknum Dewan yang diketahui pemilik dapur MBG tersebut.

Masyarakat berharap pemerintah daerah dan instansi berwenang segera turun tangan, menelusuri akar masalah, dan memastikan hak pemenuhan gizi para siswa tetap terjamin tanpa terputus.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *