DPO Penyiraman Air Cabai Bersembunyi di Rumah Pejabat Bantaeng, Pasangan Suami Istri Dicecar Penyidik

JENEPONTO,-KOMPAS24JAM.ID, Kasus penyiraman air cabai yang sempat mengguncang masyarakat terus bergulir dan melebar.

Plt Oknum Kepala Dinas di Kabupaten Bantaeng, MY memenuhi panggilan penyidik Unit PPA Polres Jeneponto, Selasa (6/10/2026). Ia tidak sendirian, diperiksa bersama istrinya, terkait penemuan salah satu DPO kasus tersebut di kediaman mereka.

Salah satu dari empat DPO yang dicari, C.A.L.E (34), ditemukan Tim URC Pegasus Sat Reskrim Polres Jeneponto bersembunyi di rumah MY di Kabupaten Bantaeng, pada 30 September 2026. Penemuan ini kemudian membuka lembar baru penyidikan, bagaimana C.A.L.E bisa berada di sana dan sejauh mana pemilik rumah mengetahui keberadaannya.

Kasat Reskrim Polres Jeneponto, AKP Nurman Matasa, membenarkan pemeriksaan tersebut.

“Sudah diambil keterangannya, keduanya, suami dan istri,” tegas Nurman, Selasa (6/10/2026) sore.

Meski belum mengetahui rincian keterangan yang disampaikan, Nurman memastikan pemeriksaan berjalan.Ia menyatakan akan mengoordinasikan langsung dengan Kanit PPA untuk menindaklanjuti hasil pemeriksaan.

“Belum tahu detailnya, nanti saya komunikasi dengan Kanit PPA,” ujarnya.

Langkah selanjutnya, polisi akan memeriksa C.A.L.E secara langsung untuk mencocokkan keterangan terkait alasannya berada di rumah pejabat tersebut.

“Besok kita periksa AY,” tegas Nurman.

Saat ini, MY dan istrinya masih berstatus sebagai saksi.Polisi mendalami sejauh mana keterlibatan atau pengetahuan keduanya terhadap keberadaan DPO yang dicari.

Sebelumnya, kasus ini bermula pada 10 Agustus 2026 di kawasan Mattoanging, Kecamatan Turatea, Jeneponto, saat korban YL (36) disiram air cabai dan dikeroyok. C.A.L.E termasuk empat orang yang masuk daftar pencarian. Kini, seluruh DPO telah diamankan:

– C.A.L.E(34)
– M (21)
– M.I.S (26)
– H.Y. M. (24)

Keempatnya telah berada di tahanan Polres Jeneponto dan menjalani proses hukum. Penyelidikan terhadap dugaan perlindungan atau keterlibatan pihak lain masih terus berjalan hingga tuntas.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *