Duka Malam di Bumbungloe:Rumah Warga Hangus Terbakar, Kapolres Jeneponto Hadir Langsung Beri Kekuatan dan Bantuan

JENEPONTO-KOMPAS24JAM.ID, Malam berduka menyelimuti Kampung Bumbungloe, Kelurahan Bontotangga, Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto. Pada Minggu, 8 November 2026, kobaran api mengamuk dan membakar puluhan rumah warga, menyisakan kepulan asap dan duka mendalam bagi masyarakat setempat.

Berita musibah ini tak berlalu lama tanpa kehadiran pendampingan. Kapolres Jeneponto, AKBP Haryo Basuki, S.I.K., M.H., segera bergerak mendatangi lokasi kebakaran, didampingi Kapolsek Tamalatea, Iptu Haripuddin, beserta jajaran personel Polres Jeneponto.

Sesampainya di lokasi, Kapolres tidak hanya meninjau titik-titik kebakaran, tetapi juga menyambangi satu per satu warga yang kehilangan tempat berlindung.

Di tengah keterbatasan dan kepedihan warga, kehadiran beliau menjadi penenang sekaligus penguat hati para korban.

Beliau menyampaikan rasa turut berduka cita yang sedalam-dalamnya, menguatkan hati agar tetap tabah, dan menyampaikan bahwa kepolisian akan selalu hadir berdiri di tengah masyarakat yang sedang kesulitan.

Sebagai wujud kepedulian nyata,Kapolres juga menyerahkan bantuan berupa uang tunai kepada seluruh warga yang menjadi korban.Tak satu pun warga terlewatkan, semuanya menerima bantuan, karena kepedulian harus merata dan tak boleh membeda-bedakan.

Dari data yang dihimpun, sebanyak 10 unit rumah warga hangus dilalap api.Daftar nama warga yang terdampak:

1. Ali Jana
2. H. Sunni
3. Rosi
4. Bunga Nia
5. Hasra
6. Kasmawati
7. Ika Karmin (Rumah pertama yang terbakar)
8. Saribba
9. Firman
10. Sia Barang

Satu hal yang patut disyukuri: dalam musibah ini tidak ada korban jiwa.Namun kerugian materiil yang dialami warga sangat besar, ditaksir mencapai nilai milyaran rupiah.

Hingga saat ini, tim kepolisian masih melakukan olah tempat kejadian perkara dan terus menelusuri penyebab pasti terjadinya kebakaran tersebut.Polisi mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap penggunaan alat listrik dan api di lingkungan rumah, serta saling menjaga dan peduli antarwarga, karena kebersamaan adalah kekuatan terbesar saat musibah datang.

“Rumah bisa dibangun kembali, tetapi persaudaraan tidak boleh hilang.Semoga warga Bumbungloe senantiasa diberi kekuatan dan kelapangan hati.” ucap AKBP Haryo Basuki.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *