JENEPONTO-KOMPAS24JAM.ID, Keprihatinan mendalam datang dari lingkungan pendidikan di Kabupaten Jeneponto. SMA Negeri 5 Jeneponto yang berlokasi di Desa Camaba-camba Kecamatan Batang, kembali menjadi sasaran aksi pencurian. Peristiwa ini terjadi untuk kedua kalinya, dan hingga saat ini belum ada pelaku yang berhasil ditangkap.
Peristiwa diduga pembobolan ini terjadi pada Sabtu malam, 31 Oktober 2026. Sejumlah barang inventaris sekolah berharga dilaporkan hilang. Kepala SMA Negeri 5 Jeneponto, H.Ali Said, membenarkan peristiwa tersebut saat dikonfirmasi awak media melalui layanan pesan WhatsApp, Sabtu siang.
“Assalamualaikum, ada lagi pencuri di sekolah. Banyak barang-barang yang diambil tadi malam,” ujar H.Ali Said.
Barang-barang yang diduga hilang antara lain perangkat elektronik seperti mixer, proyektor LCD, speaker, dua rol kabel baru, satu peti berisi peralatan, serta sejumlah barang lainnya yang belum terinventaris secara rinci.Karena jumlah dan ukuran barang yang hilang cukup besar, pihak sekolah menduga pelaku menggunakan kendaraan berupa mobil untuk mengangkut barang hasil curian tersebut.
“Pakai mobil ini, barang-barang besar. Mixer, LCD, speaker, kabel baru dua rol, alat-alat satu peti, dan masih banyak lagi,” jelasnya.
Lebih mengkhawatirkan, pelaku diduga sengaja memutus kabel jaringan CCTV yang terpasang di lingkungan sekolah untuk menutupi jejak perbuatannya.Meski demikian, pihak sekolah tetap optimis rekaman sebelum kabel diputus masih dapat menjadi petunjuk penting bagi penyelidikan.
“Naputus CCTV, tapi pasti bisa dilihat sebelum putus,” ungkap H.Ali Said.
Yang paling disayangkan, ini adalah kejadian kedua kalinya. Pencurian serupa sebelumnya juga pernah menimpa sekolah ini, namun hingga saat ini belum ada perkembangan signifikan maupun penangkapan terhadap para pelaku.
Oleh karena itu, H.Ali Said selaku pimpinan sekolah secara tegas berharap pihak kepolisian,khususnya Polres Jeneponto, dapat menindaklanjuti laporan ini secara serius, mengungkap siapa para pelakunya, dan segera melakukan penangkapan. Langkah ini dirasa sangat penting agar rasa aman di lingkungan sekolah dapat terpulihkan dan kejadian serupa tidak terus berulang di masa mendatang.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi maupun keterangan dari pihak kepolisian terkait laporan pencurian tersebut.







