JENEPONTO-KOMPAS24JAM.ID, Siang itu terik matahari seolah tak memberi ampun. Di SPBU Bulo-Bulo, Kecamatan Arungkeke, Kabupaten Jeneponto, antrean kendaraan yang mengular demi BBM terasa semakin berat untuk ditanggung. Panas, debu, dan waktu tunggu yang panjang menguras tenaga siapa saja yang sedang menunggu, termasuk para ibu-ibu yang tak kuasa menahan haus dan lelah hingga akhirnya duduk lesehan di bawah pohon. Helm tergeletak di tanah, wajah mereka tampak pucat, napas terengah di tengah udara yang panas membara.
Di saat itulah, di tengah keramaian dan kepenatan, muncul sosok yang membawa sejuk. Ipda Solihin Malik, anggota PAMAPTA 1 Polres Jeneponto, datang memikul dus berisi air mineral. Ia tidak sekadar lewa, ia berhenti, turun, dan berjalan menghampiri satu per satu orang yang sedang menunggu. Bukan hanya kepada pengendara yang masih duduk di atas motor, namun khususnya kepada para ibu-ibu yang duduk di tanah berdebu itu. Dengan tangan sendiri, ia menyodorkan gelas air mineral, satu per satu, dari tangan ke tangan.
Momen itu seketika mengubah suasana. Ibu-ibu yang tadi tampak lesu dan tak bertenaga, wajahnya seketika berubah sumringah. Senyum tipis terukir di wajah yang tadi penuh kelelahan, bahkan ada yang tertawa kecil karena merasa diperhatikan. Sederhana saja, hanya segelas air minum. Namun di tengah haus yang mendera dan kepanasan yang menyengat, pemberian itu terasa begitu berharga, begitu menyejukkan hati.
“Tadi saya lihat ibu-ibu sudah pucat, kasihan sekali duduk di bawah pohon begitu lama. Ya sudah, kita bagi air yang ada. Kasihan mereka pasti haus sekali,” ujar Ipda Solihin Malik dengan tulus di lokasi kejadian.
Saat itu, Ipda Solihin memang sedang bertugas memantau antrean BBM yang sudah mengular sejak pukul 10.30 WITA. Pembagian air itu dilakukan secara spontan, tanpa perintah, tanpa persiapan khusus, murni muncul dari rasa kemanusiaan yang tulus.
“Namanya juga orang antre lama, pasti haus dan lelah. Jadi kita bantu semampu kita, sekadar meringankan sedikit beban mereka,” tambahnya dengan rendah hati.
Bagi warga yang menerimanya, aksi kecil itu terasa sangat besar maknanya.
“Alhamdulillah, terima kasih banyak Pak Polisi. Pas sekali, sedang haus-hausnya,” ucap seorang ibu sambil menenggak habis air di gelasnya, matanya memancarkan rasa syukur yang tulus.
Hingga tengah hari, antrean di SPBU itu memang belum habis. Namun bagi para ibu-ibu yang duduk di bawah pohon itu, siang yang terik itu setidaknya terasa lebih ringan, bukan hanya karena air yang membasahi kerongkongan, melainkan karena ada seseorang yang melihat, peduli, dan hadir di tengah kesulitan mereka. Sebuah pengingat bahwa kebaikan sekecil apa pun, di waktu yang tepat, bisa menjadi sejuk yang menyejukkan.








