Mengenang G30S/PKI, AKBP Haryo Basuki:Jasa Pahlawan Tetap Abadi, Sejarah Tak Boleh Dilupakan

JENEPONTO-KOMPAS24JAM.ID, Peringatan 30 September 2026 kembali mengingatkan seluruh elemen bangsa akan pengorbanan tak ternilai para pahlawan dalam peristiwa Gerakan 30 September/PKI. Di tengah peringatan yang penuh kekhidmatan ini, Kapolres Jeneponto AKBP Haryo Basuki, S.I.K., M.H. mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tidak pernah melupakan sejarah, serta senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan sebagai warisan paling berharga dari para pendahulu bangsa.

Peristiwa kelam yang terjadi puluhan tahun silam ini menjadi pengingat abadi bahwa perpecahan adalah pintu masuk kehancuran, sementara persatuan adalah fondasi kokoh yang menjaga tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia.Setiap tetes darah yang tumpah saat itu adalah bukti nyata betapa mahalnya harga kemerdekaan yang kini kita nikmati bersama.

AKBP Haryo Basuki menegaskan bahwa mengenang jasa pahlawan bukan sekadar upacara rutin, melainkan sebuah janji kesetiaan bangsa kepada mereka yang telah gugur demi kedaulatan negeri.Mengenang berarti menghormati, dan menghormati berarti meneruskan perjuangan mereka dengan cara yang paling mulia: menjaga keutuhan NKRI dari segala ancaman, baik dari luar maupun dari dalam.

Beliau juga mengingatkan bahwa sejarah tidak boleh dipelintir, diabaikan, atau bahkan dihapus demi kepentingan sesaat.Kebenaran sejarah harus tetap terang benderang diketahui oleh semua generasi, agar kesalahan masa lalu tidak terulang kembali di masa depan. Generasi muda berhak mengetahui fakta yang utuh, agar mereka tumbuh dengan kesadaran yang kuat akan pentingnya menjaga kedamaian.

Pengorbanan para pahlawan tidak pernah menuntut balas dalam bentuk harta atau kedudukan.Yang mereka minta hanyalah satu hal sederhana: agar apa yang telah mereka pertahankan dengan nyawa tetap terjaga dengan baik oleh kita yang hidup sesudahnya. Itulah amanat suci yang wajib dipikul bersama oleh setiap warga negara.

Menurut AKBP Haryo Basuki, menjaga persatuan tidak hanya tugas aparat keamanan atau pejabat negara, melainkan tanggung jawab setiap individu warga bangsa. Mulai dari lingkungan keluarga, tetangga, desa, hingga ke tingkat kabupaten, setiap orang punya peran penting untuk menanamkan kedamaian dan merawat kerukunan antarwarga tanpa memandang perbedaan apa pun.

Kapolres Jeneponto juga mengajak masyarakat untuk mengisi kemerdekaan dengan karya nyata yang bermanfaat. Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu melangkah maju tanpa melangkah mundur dari sejarahnya. Kemajuan pembangunan, kemakmuran bersama, dan keadilan yang dirasakan seluruh rakyat adalah wujud penghormatan paling tulus bagi para pahlawan.

Di wilayah Jeneponto yang kaya akan keberagaman budaya dan kearifan lokal, semangat persatuan harus semakin diperkokoh dari hari ke hari. Kerukunan yang terjaga menjadi modal utama dalam membangun daerah yang tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga sejahtera dalam suasana hati yang tenang dan penuh kebersamaan antarwarga.

Sebagai penutup, AKBP Haryo Basuki berdoa semoga semangat para pahlawan terus menyala di setiap hati warga Jeneponto, menginspirasi langkah kita menuju masa depan yang lebih cerah. Jasa mereka tetap abadi dalam sejarah bangsa, dan tugas kita adalah memastikan api persatuan tak pernah padam, diteruskan dari generasi ke generasi demi kejayaan Indonesia tercinta.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *