POLITIK – Wali Kota Jakarta Selatan, Anies Baswedan, memastikan bahwa ikan sapu-sapu yang ditangkap oleh petugas gabungan di Pintu Air Setu Babakan, Jagakarsa, telah mati sebelum dikubur. Hal ini sesuai dengan saran dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Anies menyatakan bahwa langkah ini diambil untuk menjaga kelestarian ekosistem dan meminimalisir dampak negatif terhadap lingkungan. Ikan sapu-sapu, yang dikenal juga sebagai ikan keli, sering kali menjadi masalah di kawasan perkotaan karena dapat menyebabkan kerusakan saluran air dan mengganggu ekosistem sungai.
Petugas gabungan telah menangkap banyak ikan sapu-sapu di berbagai lokasi di Jakarta Selatan. Mereka bekerja sama dengan MUI untuk memastikan bahwa ikan-ikan tersebut dikubur dengan cara yang benar dan tidak mengganggu lingkungan.
MUI telah memberikan saran kepada pemerintah kota untuk memastikan bahwa ikan sapu-sapu yang ditangkap benar-benar mati sebelum dikubur. Mereka juga merekomendasikan penggunaan metode yang lebih ramah lingkungan untuk mengendalikan populasi ikan sapu-sapu, seperti dengan menggunakan jaring yang lebih halus atau dengan menggunakan metode biologi lainnya.
Anies memastikan bahwa pemerintah kota akan terus bekerja sama dengan MUI dan masyarakat untuk menjaga kelestarian ekosistem di Jakarta Selatan. Ia juga meminta kepada warga untuk ikut berpartisipasi dalam menjaga lingkungan dengan membuang sampah di tempat yang tepat dan tidak membuang sampah ke saluran air.