Di Balik Antrean Panjang SPBU Kalukuang Jeneponto, Aksi Sederhana Polisi Berpeci yang Bikin Warga Terharu

JENEPONTO-KOMPAS24JAM.ID, Di tengah antrean kendaraan yang mengular panjang di SPBU Kalukuang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, momen hangat dan menyentuh hati justru hadir dari sosok berseragam. Bukan sekadar menjaga ketertiban, personel Polres Jeneponto justru turun langsung untuk menyapa dan berbagi dengan warga yang sedang lelah menunggu giliran membeli Bahan Bakar Minyak (BBM), Rabu, 16 September 2026.

Brigpol Agus Zhuhry Abdullah, S.H., Bamin Bagian SDM Polres Jeneponto, tampil berbeda di mata warga. Dengan peci hitam yang dikenakannya, ia bukan hanya sosok aparat yang tegas, melainkan sosok yang hadir sebagai saudara. Ia berjalan satu per satu di antara kendaraan yang mengantre, menyapa ramah, dan membagikan air mineral kepada warga yang terlihat mulai kelelahan dan kehausan.

Aksi sederhana namun penuh makna itu dilakukan saat antrean BBM terpantau cukup panjang. Warga sudah berjam-jam menunggu di bawah terik matahari, dan kelelahan mulai terlihat di wajah mereka.

Kehadiran Brigpol Agus dengan air mineral di tangan seketika menjadi penyegar bukan hanya bagi tubuh, tetapi juga bagi hati warga yang merasa diperhatikan.

“Kami melihat banyak warga yang kelelahan karena antrean cukup panjang. Dengan bantuan air mineral ini, semoga dapat sedikit meringankan dan memberikan kesegaran bagi warga yang sedang mengantre. Kehadiran kami di sini bukan hanya untuk mengamankan, tetapi juga untuk hadir dan peduli,” ungkap Brigpol Agus Zhuhry Abdullah dengan tulus.

Aksi spontan tersebut disambut haru dan rasa syukur oleh warga. Salah seorang warga yang telah mengantre sejak lama mengungkapkan rasa terima kasihnya dengan mata berkaca-kaca.

“Terima kasih banyak Pak Polisi, sangat peduli.Tadi haus sekali karena sudah lama mengantre, Alhamdulillah dapat air dan hati jadi sejuk. Ini baru wujud polisi yang dekat dengan rakyat,” ucap warga tersebut.

Kegiatan berbagi yang sederhana namun bermakna mendalam ini berlangsung dengan suasana yang sangat akrab, tertib, dan penuh keakraban. Tak ada jarak antara berseragam dan warga,  semuanya merasa bersaudara.

Di momen inilah terlihat bahwa keamanan dan kedamaian tidak hanya lahir dari peraturan semata, tetapi tumbuh dari kepedulian, kebaikan hati, dan rasa saling menyayangi sesama manusia.

Semoga aksi kecil namun mulia ini menjadi teladan, bahwa di tengah kesulitan dan antrean yang melelahkan, selalu ada kebaikan yang hadir untuk menyejukkan hati.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *