KOMPAS24JAM.ID, INTERNASIONAL – Kementerian Luar Negeri Indonesia menyatakan bahwa Indonesia akan terus mengikuti prinsip-prinsip adil dan berkelanjutan dalam menghadapi barrier non-tarif Uni Eropa (EU) yang mengarah pada minyak sawit. Hal ini setelah EU mengusulkan aturan baru untuk mengurangi penggunaan minyak sawit dan minyak palmo dalam bahan bakar kendaraan di wilayahnya.
Menurut kementerian, Indonesia akan terus bekerja sama dengan negara-negara mitra dan organisasi internasional untuk mencapai tujuan-tujuan berkelanjutan dalam perdagangan dan investasi. Indonesia juga berharap bahwa EU akan mempertimbangkan aspek-aspek teknis dan ekonomi dalam penerapan aturan baru, serta mempertimbangkan dampaknya pada industri minyak sawit dan ekonomi negara-negara produsen seperti Indonesia.
Indonesia juga meminta EU untuk mendengar pendapat negara-negara produsen minyak sawit dan palmo dalam proses pembuatan aturan baru. Indonesia berharap bahwa aturan baru akan dibuat berdasarkan prinsip-prinsip adil, berkelanjutan, dan tidak diskriminasi, serta akan mempertimbangkan dampaknya pada ekonomi dan pekerjaan di negara-negara produsen minyak sawit dan palmo.