Lambat Dana MBG Cair, Dapur Yayasan Fatima di Tarowang Sajikan Menu Asal Ada

Jeneponto-Kompas24jam.id, Distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola Yayasan Fatima kembali menuai sorotan.

Setelah delapan hari tak menyediakan makan bergizi untuk anak sekolah

Setelah kembali menyalurkan makanan ke sekolah-sekolah.bukan malah membaik namun tambah parah kualitas menu justru menurun

Mandeknya distribusi lebih dari sepekan membuat ribuan siswa kehilangan jatah makan bergizi yang seharusnya mereka terima setiap hari.

Ketika penyaluran kembali berjalan, paket makanan yang dibagikan justru tampak jauh dari standar gizi yang ditetapkan program.

Berdasarkan pantauan di sejumlah sekolah, menu yang diberikan hanya berupa roti dan buah seadanya.Bahkan, untuk siswa kelas I–III maupun IV–VI, perbedaan menu hanya terletak pada jumlah anggur

Dimana, setiap kelas hanya mendapat tambahan dua buah anggur sementara komponen lain tetap minim dan diduga kurang unsur protein atau sayuran memadai.

Variasi menu yang kurang, porsi kecil, serta tidak tampaknya elemen gizi utama menimbulkan dugaan bahwa dapur penyedia belum siap beroperasi pasca mengalami kendala internal.

Salah satu kepala sekolah yang enggan disebut namanya mengonfirmasi bahwa pihaknya tidak pernah menerima pemberitahuan apa pun terkait penghentian pendistribusian sebelumnya.

“Tidak ada penyampaian, baik lisan maupun tertulis dari pihak dapur terkait pemberhentian sementara pendistribusian MBG,” ujarnya lewat sambungan WhatsApp, Kamis (04/12/2025)

Ketiadaan pemberitahuan tersebut membuat pihak sekolah kesulitan memberikan penjelasan kepada siswa dan orang tua ketika jatah makanan tiba-tiba terhenti selama delapan hari.

Sebelumnya, sumber internal dapur menyebut bahwa keterlambatan pencairan dana menjadi penyebab utama terhentinya operasional.

Namun, dalam pedoman teknis MBG, penghentian layanan tanpa laporan resmi dikategorikan sebagai pelanggaran yang dapat berujung sanksi administratif.

Pemerhati program MBG mendesak pihak terkait melakukan evaluasi menyeluruh,

Karena, standar menu menjamin keberlanjutan program agar hak gizi ribuan siswa tidak kembali terabaikan.

“Kalau memang tidak sanggup, ya silahkan mundur, kasihan anak sekolah”tegasnya, salah satu orng tua siswa.

Laporan_Redaksi
Editor_KJ

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *